Berani Tinggal di Kota Paling Dingin di Dunia Ini?

Dilihat 854 kali

Pernah nggak lo bayangin hidup di kota paling dingin di planet ini? Ternyata, kota kayak gitu beneran ada di dunia ini Bro. nggak nanggung-nanggung, suhu kota itu bisa nyampe minus 64,4 derajat celcius.

Nama kota itu adalah Yakuts, ibukota Republik Sakha di Rusia. Kota ini termasuk terbesar di Siberia dan berjarak hanya 450 km dari selatan Lingkar Arktik. Kota ini punya julukan sebagai kota besar terdingin di dunia.

Kota Yakuts ini di abad ke-13 dulunya dipakai sebagai ‘benteng pertahanan’ yang dibangun untuk melindungi warga Yakuts dan Siberia yang bersatu untuk bersembunyi dari kekaisaran Mongolia.

Nah, saat kekaisaran Rusia mengambil alih, kota ini jadi salah satu ibukota yang dikuasai pangeran lokal. Tahun 1880-an pemukiman disana makin besar karena ditemukan emas dan mineral berharga lainnya. Banyak orang yang mulai datang dan menetap di kota dingin ini.

Penggalian besar-besaran emas dan mineral lainnya dilakukan, tapi malah menemukan logam berharga lainnya. Yang mereka temukan adalah berlian. Nggak salah lagi, Yakuts makin berkembang dan jadi pemasok seperlima dari produksi dunia.

Pada masa kekuasaan Stalin, kota ini semakin diperkuat dengan membangun fasilitas militer seperti penjara, kamp pelatihan sampai pabrik senjata. Tujuannya ya udah jelas, melindungi aset berharga di kota Yakuts berupa tambang emas, berlian dan logam berharga lainnya.

Majunya kota Yakuts bikin kota ini jadi salah satu pusat ekonomi di Rusia. Makanya buat lo yang mau datang kesana, akses transportasi kesana terbilang cukup gampang. Lo bisa naik kereta api atau angkutan darat lainnya. Konon, kota ini pemberhentian terakhir jalur kereta dan jalan raya.

Jalur transportasi semakin dipermudah dengan dibangunnya bandara disana. Tujuannya mempermudah pengunjung dan pengusaha berlian keluar masuk kota Yakuts. Meskipun begitu, bandara ini nggak bisa dipake sepanjang tahun karena es yang menutupi kota ini.

Just info aja ya Bro, musim dingin di kota ini terjadi hampir sepanjang tahun. Selama puncak musim dingin, kebanyakan warga disana cuma tinggal di rumah aja.