Buat Lo Penggila Gunung, Kenali Yuk Gejala Acute Mountain Sickness!

Dilihat 92 kali

Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan yang paling hits dilakukan oleh orang Indonesia. Bahkan, sebagian orang menjadikan mendaki gunung sebuah hobi yang rutin dilakukan.

Tapi tahu nggak Bro? Ada beberapa hal yang harus lo perhatikan sebelum melakukan pendakian seperti kondisi tubuh kita, apakah layak atau tidak untuk melakukan pendakian. Yang nggak kalah penting, kenali juga beberapa penyakit yang nantinya bisa nyerang lo saat pendakian. Salah satu penyakitnya adalah altitude illness atau penyakit ketinggian.

Penyakit ketinggian yang bisa menyerang pendaki di atas gunung adalah Acute Mountain Sickness atau bisa disebut AMS. Penyebab dari penyakit ini adalah daya tahan tubuh pendaki terhadap perbedaan ketinggian dan kecepatan pendakian yang nggak teratur.

Apa saja gejala Acute Mountain Sickness?

Kalau dibagi menurut gelaja dan levelnya, AMS ini dibagi dalam tiga kategori yaitu AMS ringan, AMS sedang, dan AMS berat.

AMS ringan biasanya terjadi di ketinggian 3.000 – 4.000 mdpl. Gejala AMS ringan biasanya akan muncul setelah 12-24 jam pendaki tiba di ketinggian tersebut.

Gejala yang muncul bervariasi Bro. Yang dirasakan biasanya berupa sakit kepala, mual, kehilangan nafsu makan, sesak nafas, tidur terganggu, dan lain sebagainya.

Solusi mengatasinya adalah dengan membuat pendaki tetap sadar dan tetap melakukan aktivitas ringan.

Untuk AMS sedang, biasanya menyerang pendaki jika pada AMS ringan tidak teratasi dengan baik.

Gejala yang muncul biasanya sakit kepala parah, mual dan muntah, dan penurunan kesadaran.

Cara mengatasinya adalah dengan cara turun ke tempat yang lebih rendah untuk proses aklimatisasi atau proses penyesuaian ketinggian.

Yang ngeri dan harus lo hindari adalah AMS berat. Biasanya pendaki mengalami sesak nafas dan kehilangan kesadaran total. Solusinya adalah dengan cara menandu si pendaki ke tempat yang lebih rendah dan segera ditangai serius oleh petugas medis.

Sebenarnya untuk menghindari ada cara khusus dan simple Bro.  Caranya, saat lo mendaki biasakan berjalan sesuai ritme, nggak terburu-buru. Hal ini gunanya untuk tubuh supaya membiasakan dengan ketinggian atau aklimatisasi, sehingga tubuh bisa tetap berjalan normal.