Penggila Rock Climbing? Yuk Pelajari Dulu SOP-nya!

Dilihat 2223 kali

Penyuka olahraga ekstrem pastinya sudah tau ada aturan-aturan tertentu yang harus kita patuhi dan lakukan sebelum mulai memacu adrenalin. Aturan-aturan tersebut gak sembarangan diciptakan loh, karena dengan mematuhinya lo bakalan terhindar dari masalah-masalah yang gak terduga saat melakukan olahraga tersebut. Hal itu juga berlaku buat rock climbing, olahraga ekstrem satu ini juga punya beberapa aturan mendasar yang perlu dipahami dan dilakukan. Apa saja sih aturan-aturan tersebut?

Observasi jalur yang akan dipanjat

Nah yang paling pertama pastinya sebelum mulai memanjat lo harus mencari tahu atau observasi dulu jalur yang bakal lo panjat. Dari mulai pemilihannya, medannya seperti apa, bagaimana jenis batu-batuan yang ada di sana, seberapa tinggi medan yang akan lo panjat.

Semua itu harus dicari tahu terlebih dahulu, karena faktor-faktor tadi bisa mempengaruhi kesiapan dan juga peralatan yang bakal lo bawa. Lo bisa mencari tahu dari sesama pemanjat yang sudah pernah  menjajal medan di sana juga browsing dari internet dan mencari dari berbagai literatur tentang pemanjatan.  

Persiapkan peralatan yang memadai

Sesduah mencari tahu dan obsevasi jalur, lo tinggal persiapkan peralatan juga logistik yang sesuai dan memadai dengan jalur yang bakal didaki. Persiapkan dengan cermat, Jangan sampai di tengah-tengah pemanjatan ternyata peralatan atau logistik lo ga mencukupi. 

Pembagian tugas personil dengan jelas

Kalau mendaki pastinya harus ada pembagian personil dengan jelas, pembagian personil ini nantinya menentukan tanggung jawab masing-masing pendaki. Tentukan dari awal siapa yang menjadi leader, belayer, sweeper dan lain-lain.

Pelajari juga seperti apa tanggung jawab masing-masing tugas. Leader misalnya, dia bertugas memasang peralatan memanjat, sehingga dia menjadi pemanjat yang pertama. Kemudian sweeper atau cleaner, tugasnya adalah membersihkan jalur pemanjatan dari peralatan yang sudah dipasang oleh sang leader di awal.

Dokumentasi pemanjatan

Yang paling terakhir, jangan lupa mendokumentasikan pemanjatan yang lo lakukan. Dokumentasinya bisa berupa video, foto, juga jurnal pendakian. Hal ini dimaksudkan sebagai referensi buat para pendaki lain juga kalau ke depannya lo memanjat ke sana lagi, sudah ada catatan mengenai jalur tersebut.