Manjat Pohon doang Apa Serunya? Pohonmu Gloucester Tree Bukan?

Dilihat 523 kali

Sering kali kita memiliki mimpi untuk menjadi anak-anak lagi. Mengulang kembali masa-masa penuh warna di mana setiap hal sederhana menjadi menarik untuk diselidiki atau dijelajahi. Salah satu hal terbaik tentang anak-anak adalah kesenangan dan keingintahuan yang mampu mengalahkan rasa takut. Mereka bisa bermain korek api tanpa takut akan panasnya atau spontan melompat terjun dari dermaga. Mereka juga akan dengan senang hati memanjat pohon tinggi tanpa berpikir dua kali sementara orang dewasa melihat dengan was-was sambil mempertimbangkan berbagai resikonya. Terlebih jika pohon yang dimaksud adalah Gloucester Tree, pohon eukaliptus berjenis karri dengan tinggi 72 meter dari permukaan tanah.

01

Dalam perjalanan darat dari Perth menuju Melbourne di tengah teriknya musim panas Australia, saya dan beberapa rekan seperjalanan memutuskan untuk mendinginkan badan dan mencari kedamaian. Mobil dihentikan di sebuah Warren National Park 10 km selatan kota Pemberton, Western Australia. Suasana hutan cukup sunyi. Hanya terdengar suara kicauan burung sementara sinar matahari menerobos masuk di sela pepohonan. Tinggi menjulang semua batangnya, namun ada satu yang berbeda. Pada tahun 1930an, pemerintah setempat membangun sebuah pos pengamatan kebakaran (lookout) setinggi 61 m dari permukaan tanah di pohon yang dinamai Gloucester Tree ini. Ada 153 batang besi terpancang melingkari pohon yang harus kami tapaki satu demi satu untuk menuju puncak. Bagai memanjat pohon kacang dari cerita anak-anak Jack and The Beanstalk!

02

Karena lookout ini memang tidak dibangun sebagai tempat untuk tujuan wisata, maka tidak ada petugas yang menjaga dan tidak ada satu pun bentuk pengamanan yang terpasang. Jangankan harness, jaring pengaman saja tidak ada. Jika terpeleset jatuh, yang bisa kita lakukan hanyalah segera menggenggam pegangan terdekat dan berdoa. Pohon ini seolah-olah sengaja dirancang untuk membuat orang takut naik. Seperti ketika naik rollercoaster dan struktur bangunannya mulai berderit sebelum kereta diempas turun atau suara pelan yang kemudian meninggi di film horror.

03

Sambil berkali-kali melihat ke atas, saya berusaha mengumpulkan keberanian dan berjalan mendekat ke dasar pohon. Akarnya kokoh mencengkeram tanah dengan diameter sekitar 5 hingga 7 meter. Cukup meyakinkan, sehingga setidaknya tidak ada indikasi bahwa pohon ini akan tumbang dalam waktu dekat. Sebuah plakat kecil berisi peringatan dan aturan menaiki Gloucester Tree terpasang tak jauh di samping pohon. Sebuah tanda seru besar berwarna merah menarik siapa saja untuk membaca sebelum menaikinya.

04

“Gloucester Tree Lookout memiliki tinggi 61 m di atas permukaan tanah. Beberapa bagian di pijakan teratas hampir tersusun vertikal. Dalam cuaca basah, memanjat pohon ini cukup licin.

-       Jangan memanjat kalau Anda tidak sehat, mempunyai penyakit jantung, atau takut ketinggian.

-       Periksa setidaknya ada kurang dari 6 orang diatas pohon.

-       Pakailah sepatu yang kokoh, jangan menggunakan sandal.

05

Ketika memanjat, Anda bertanggung jawab sepenuhnya atas keselamatan diri anda. Risiko akan lebih besar ketika angin kencang. Jika ragu-ragu JANGAN MEMANJAT!

06

Setelah memastikan tidak ada orang di atas pohon, saya dan rekan-rekan mulai memanjat satu per satu. Kedua tangan menggenggam batang besi berulir selebar 80 cm yang berikutnya menjadi pijakan kaki. Awalnya mudah saja, seperti memanjat tangga biasa walaupun jarak antar pijakan sejauh 40 cm. Kuncinya adalah fokus kepada batang di atas kepala dan terus memanjat sampai menemukan ritme yang membuat kita merasa lebih santai. Sekitar 30 m dari permukaan tanah, pohon mulai bergoyang. Hati ini serta merta berdesir, tangan berkeringat, dan telapak kaki seperti digelitik. Terbesit rasa menyerah dan ingin pulang, namun rasa ingin tahu dan harga diri terus memotivasi.

07

Di sekeliling saya kini hanya terlihat dahan, daun, dan ranting pohon-pohon karri. Semilir angin membasuh keringat dan membawa kesegaran. Orang bijak bilang, jika memanjat jangan lihat ke bawah. Namun, ketika mendengar salah satu rekan di bawah saya memanjat sambil bersiul, secara otomatis saya menoleh ke arahnya. Ternyata bukan pemuda Jerman itu yang menjadi fokus perhatian, melainkan kenyataan bahwa tanah telah jauh tertinggal di bawah. Perut mendadak langsung mulas. Batang besi dicengkeram semakin erat. Berkali-kali saya mengusap telapak tangan yang berkeringat ke lengan baju untuk menghindari resiko terpeleset.

08

Semakin ke atas, tiupan angin membuat pohon meliuk dan bergoyang semakin kencang. Diameter pohon yang semakin mengecil membuat putaran anak tangga semakin meruncing dan jarak antar-batang besi semakin jauh. Kedua lengan mulai lelah sementara tubuh yang tak seberapa tinggi ini menjejakkan kaki dengan susah payah. Akhirnya, sebuah lantai kayu yang disokong oleh struktur baja hadir sebagai titik akhir. Sebuah tangan terjulur dari sela tingkap untuk menawarkan bantuan untuk naik. Keringat bercampur rasa lega mengalir deras ketika kedua kaki ini berhasil menapak permukaan mendatar lagi.

Pos pengamatan itu dibagi menjadi dua lantai. Lantai pertama berfungsi sebagai ruang penerima, karena pandangan  masih terhalang oleh jaring-jaring besi baja yang menjadi dinding pengaman. Di lantai paling atas, jaring besi beralih fungsi menjadi pagar setinggi dada sehingga kami bisa melihat pemandangan dengan lebih leluasa tanpa takut terjungkal. Sejauh mata memandang, hutan hijau terbentang luas seolah tak berbatas. Sungguh sepadan dengan usaha dan adrenalin yang terpacu.

09

Sayangnya, data menyebutkan, hanya dua puluh persen pengunjung berhasil memanjat hingga ke puncak pohon, sementara sisanya hanya sanggup memanjat separuh perjalanan sebelum akhirnya menyerah dan kembali ke bawah. Pohon karri merupakan pohon tertinggi ketiga di dunia. Kenyataan bahwa saya berada di atasnya hanya dengan kedua tangan dan kaki saya sendiri membawa kebanggaan tersendiri. Perjalanan turun juga merupakan tantangan lain. Kali ini kita harus melihat ke bawah untuk memastikan pijakan. Ngilu, dan rasanya bisa terpeleset sewaktu-waktu.

10

Bagi yang merasa belum puas atau belum cukup tertantang dengan Gloucester Tree, di sekitar kota Pemberton masih ada dua pohon karri lagi yang bisa dipanjat yaitu Diamond Tree setinggi 58 meter dan Dave Evans Bicentennial Tree setinggi 68 meter. Bayangkan jika anda menjadi anak-anak lagi. Kumpulkan sisa-sisa keberanian dan hindari memanjat ketika angin kencang!