Menjelajah Dunia Bawah Tanah Goa Jomblang

Dilihat 813 kali

Menembus perut bumi adalah hal yang sangat menantang. Gelap dan dingin adalah hal yang saya khawatirkan ketika harus menembus dalamnya perut bumi, saya tak bisa mereka-reka apa yang ada di bawah tanah sana.

Merasa penasaran dengan dunia bawah tanah, saya menuju Gunung Kidul. Tempat di mana gua-gua bawah tanah adalah dunia yang misterius dan menarik, gua-gua yang saling bercabangan dan  membentuk lorong-lorong, sangat menantang untuk dijelajahi.

DSC_0409

“Sret-sret”, suara tali pelan-pelan makin kecil, dengan SRT (Single Rope Technique) saya menuju kedalaman. Untuk menjelajahi gua vertikal memang teknik inilah yang digunakan. Rasanya berdebar-debar ketika tali perlahan-lahan turun ke bawah.

Turun menuju 70 meter di bawah permukaan tanah tentu sangat mendebarkan. Detik demi detik saya terombang-ambing dan hanya bergantung pada satu tali. Melihat dasar gua jantung terus berdebar-debar, adrenaline sudah sangat meluap-luap.

DSC_0422

Begitu sampai dasar rasanya begitu lega, akhirnya saya mencapai kedalaman 70 meter di bawah permukaan tanah. Dasar Goa Jomblang adalah hutan purba, hutan yang tak pernah dijamah manusia selama berabad-abad. Pohon-pohon dengan akar besar menjadi penguasa di dasar goa, berteman dengan tumbuhan pakis yang menjalar di mana-mana.

Goa Jomblang adalah cekungan raksasa, jika menatap ke atas, permukaan tanah terlihat amat jauh. Bayangkan 70 meter di bawah permukaan tanah, berteriak pun hanya ada gema, tak tahu apa yang terjadi di atas sana.

DSC_0458

Karena goa-goa saling terhubung satu sama lain, di sudut lain Goa Jomblang terdapat lorong raksasa. Saya berkhayal mungkinkah lorong tersebut menuju dunia yang tidak kita kenal? Atau menuju dimensi lain yang tak terbayangkan?

Saya segera menyusuri lorong besar tersebut, cahaya makin suram dan lambat-laun terdengar suara gemericik air yang makin deras. Di dasar goa di deret pegunungan kapur biasanya juga terdapat aliran sungai bawah tanah. Saya menyalakan headlamp, dalam penjelajahan goa seperti ini headlamp adalah alat yang wajib dibawa.

Di ujung lorong terdapat goa vertikal yang sama besarnya bernama Goa Grubug. Namun goa ini lebih dalam daripada Goa Jomblang, Goa Grubug berkedalaman 90 meter di bawah permukaan tanah. Dan di sinilah terdapat pemandangan yang takkan ada di tempat lain, permainan cahaya dari cahaya mentari yang menerobos menuju dasar goa.

Walaupun cantik tapi tempat ini berbahaya. Di dasar goa yang lembap, permukaannya sungguh licin. Harus berhati-hati dan sesekali merayap. Dengan segala petualangannya, menikmati goa-goa bawah tanah ini memang menantang.

Di dasar goa, cahaya yang menerobos ini cantik sekali, saya tak mau melewatkannya. Sinar mentari ditimpali dengan kabut yang naik. Ternyata kecantikan dunia bawah tanah membuat saya terpesona. Di dalam sana, di antara gelap tak berbatas terdapat dunia yang sangat menarik untuk dijelajahi.DSC_0471