Destinasi Petualangan Anti Mainstream di Bali!

Dilihat 493 kali

Buat gue seorang bocah petualang sejati, Bali udah menjadi sebuah pulau yang terlalu mainstream untuk dijelajahi. Makanya, setiap kali ada kesempatan pergi ke Bali, gue selalu menantang diri gue sendiri untuk mencoba sesuatu yang anti mainstream. Masa ke Bali cuma buat nyobain hal-hal yang bisa ditemukan di Jakarta?

Karena alas an itulah, gue menyeret beberapa teman gue ke Singaraja, Bali, untuk melihat sisi lain dari Bali yang belum ramai dibicarakan. Lebih tepatnya, gue mengajak mereka untuk melihat air terjun desa Sekumpul. Seperti yang gue curigai, Sekumpul yang sangat keren ini lebih banyak dikunjungi oleh turis internasional daripada turis local. Sedih banget kalau dipikir-pikir. Kita punya kesempatan emas untuk melihat air terjun yang sangat keren, tapi ternyata lebih banyak turis internasional yang menghargainya.

Untuk sampai ke desa Sekumpul, kita menempuh 3 jam perjalanan dengan mobil dari Kuta menuju ke utara. Ketika sampai di daerah Singaraja, mencari pemandu local sangatlah gue rekomendasikan. Walaupun lo mungkin bisa jalan-jalan sendiri, tapi mencari pemandu local juga membantu perekonomian desa-desa kecil di Bali. Setelah deal harga dengan pemandu local, dia akan membawa lo untuk hiking 45 menit menuju ke air terjun. Capek? Jangan nyerah dulu! Gue jamin, usaha lo akan sangat terbayar!

Walaupun jauh dan capek, perjalanan lo akan dipenuhi dengan pemandangan yang keren banget. Lembah penuh dengan sawah hijau di kiri dan kanan yang diselingi dengan hutan lebat di sepanjang perjalanan. Gue pun gak tahan untuk berhenti di beberapa tempat untuk menikmati pemandangannya. Tapi apa boleh buat, hari udah siang dan kita harus sampai ke air terjun sebelum gelap.

Gue merasa persis kayak Indiana Jones. Setelah melewati bukit, naik turun tangga reot, gue harus berjalan di hutan melewati semak-semak dan sungai cetek untuk mencapai tujuan. Untungnya gue memakai sandal jepit yang lebih dari cukup untuk trekking singkat ini.

Akhirnya sampai juga! Air terjun yang pertama gue lihat adalah air terjun kembar yang tingginya mencapai 96 meter! Gue mengalami kesulitan mengambil foto dari kamera SLR gue karena cipatran air yang sangat jauh dari sumbernya. Ga mungkin lo bisa berdiri disana tanpa kena cipratan air yang jatuh dari ketinggian yang sangat ekstrim. Tentunya air terjun kembar ini adalah salah satu air terjun tertinggi di Sekumpul!

Gak jauh dari air terjun kembar adalah air terjun kembar tiga yang sedikit lebih rendah dari air terjun kembar dua. Disitulah gue dan teman-teman menghabiskan beberapa waktu untuk berenang dan bersantai di kolam alam yang sejuk banget. Airnya sangat menyegarkan dan bisa diminum karena langsung berasal dari mata air murni.

Rasanya sih gak mau pulang, tapi matahari mulai tenggelam dan kita masih harus menempuh 1 jam perjalanan menuju mobil. Dengan berat hati gue dan teman-teman berjalan menuju mobil sambil menikmati pemandangan matahari terbenam di Singaraja.

Itulah sepenggal perjalanan gue ke air terjun Sekumpul. Sekarang giliran lo buat nyobain sendiri! Mau sampai kapan jalan-jalan ke tempat-tempat yang gitu-gitu aja di Bali?

Destinasi Petualangan Anti Mainstream di Bali!

Buat gue seorang bocah petualang sejati, Bali udah menjadi sebuah pulau yang terlalu mainstream untuk dijelajahi. Makanya, setiap kali ada kesempatan pergi ke Bali, gue selalu menantang diri gue sendiri untuk mencoba sesuatu yang anti mainstream. Masa ke Bali cuma buat nyobain hal-hal yang bisa ditemukan di Jakarta?

Karena alas an itulah, gue menyeret beberapa teman gue ke Singaraja, Bali, untuk melihat sisi lain dari Bali yang belum ramai dibicarakan. Lebih tepatnya, gue mengajak mereka untuk melihat air terjun desa Sekumpul. Seperti yang gue curigai, Sekumpul yang sangat keren ini lebih banyak dikunjungi oleh turis internasional daripada turis local. Sedih banget kalau dipikir-pikir. Kita punya kesempatan emas untuk melihat air terjun yang sangat keren, tapi ternyata lebih banyak turis internasional yang menghargainya.

Untuk sampai ke desa Sekumpul, kita menempuh 3 jam perjalanan dengan mobil dari Kuta menuju ke utara. Ketika sampai di daerah Singaraja, mencari pemandu local sangatlah gue rekomendasikan. Walaupun lo mungkin bisa jalan-jalan sendiri, tapi mencari pemandu local juga membantu perekonomian desa-desa kecil di Bali. Setelah deal harga dengan pemandu local, dia akan membawa lo untuk hiking 45 menit menuju ke air terjun. Capek? Jangan nyerah dulu! Gue jamin, usaha lo akan sangat terbayar!

Walaupun jauh dan capek, perjalanan lo akan dipenuhi dengan pemandangan yang keren banget. Lembah penuh dengan sawah hijau di kiri dan kanan yang diselingi dengan hutan lebat di sepanjang perjalanan. Gue pun gak tahan untuk berhenti di beberapa tempat untuk menikmati pemandangannya. Tapi apa boleh buat, hari udah siang dan kita harus sampai ke air terjun sebelum gelap.

Gue merasa persis kayak Indiana Jones. Setelah melewati bukit, naik turun tangga reot, gue harus berjalan di hutan melewati semak-semak dan sungai cetek untuk mencapai tujuan. Untungnya gue memakai sandal jepit yang lebih dari cukup untuk trekking singkat ini.

Akhirnya sampai juga! Air terjun yang pertama gue lihat adalah air terjun kembar yang tingginya mencapai 96 meter! Gue mengalami kesulitan mengambil foto dari kamera SLR gue karena cipatran air yang sangat jauh dari sumbernya. Ga mungkin lo bisa berdiri disana tanpa kena cipratan air yang jatuh dari ketinggian yang sangat ekstrim. Tentunya air terjun kembar ini adalah salah satu air terjun tertinggi di Sekumpul!

Gak jauh dari air terjun kembar adalah air terjun kembar tiga yang sedikit lebih rendah dari air terjun kembar dua. Disitulah gue dan teman-teman menghabiskan beberapa waktu untuk berenang dan bersantai di kolam alam yang sejuk banget. Airnya sangat menyegarkan dan bisa diminum karena langsung berasal dari mata air murni.

Rasanya sih gak mau pulang, tapi matahari mulai tenggelam dan kita masih harus menempuh 1 jam perjalanan menuju mobil. Dengan berat hati gue dan teman-teman berjalan menuju mobil sambil menikmati pemandangan matahari terbenam di Singaraja.

Itulah sepenggal perjalanan gue ke air terjun Sekumpul. Sekarang giliran lo buat nyobain sendiri! Mau sampai kapan jalan-jalan ke tempat-tempat yang gitu-gitu aja di Bali?