Menjelajah Bawah Laut Teluk Jailolo, Halmahera Barat

Dilihat 622 kali

Jailolo, pertama kali saya mendengar nama ini terasa unik. Ternyata setelah saya datangi, Jailolo memang memiliki keunikan dari tempat lain, seperti contohnya di Jailolo terdapat acara “Cabaret on the Sea” pertunjukan seni kontemporer yang dilakukan diatas laut yang belum pernah saya lihat sebelumnya dimanapun, pertunjukan seni ini memadukan tarian tradisional, musik tradisional, drama, dan koreografi masyarakat Jailolo, acara yang dilakukan setiap tahun ini dihadiri ribuan turis lokal maupun mancanegara.

Keunikan lainnya dari Jailolo adalah sebagian besar titik penyelaman di Jailolo dinamakan dengan nama yang sama yaitu NHR, seperti NHR1, NHR2 dst, nama ini berasal dari singkatan Nama Bupati Halmahera Barat periode sebelumnya, yaitu Bapak Namto Hui Roba, beliau seorang penyelam dan yang menemukan titik penyelaman di Jailolo.

Jailolo atau yang disebut Gilolo adalah nama pulau di Provinsi Maluku Utara. Jailolo merupakan sebuah teluk yang cantik dan masih sangat terjaga yang berlokasi di Halmahera Barat. Tempat ini menawarkan pemandangan bawah laut yang tidak kalah cantiknya dari tempat lain dan wisata menyelam adalah salah satu pariwisata bahari andalan untuk Jailolo. Masing-masing titik penyelaman relative mudah untuk dijangkau dan masih sangat asri.

Di Pulau Babua terdapat titik penyelaman NHR-6 atau Jojo Reef, titik penyelaman pertama yang kami salami, cuaca sangat bersahabat dan di titik penyelaman ini jarak pandang sangat baik, terumbu karang yang sehat, berbagai macam warna dan ukuran banyak kami jumpai di tebing (wall) mulai dari kedalaman 6 meter hingga di 23 meter.

Titik penyelaman berikutnya NHR-1 masih di daerah Babua, titik penyelaman ini dengan tipe wall & slope, di titik ini mudah dilakukan, airnya tenang, jarak pandang baik, ditempat ini sangat cocok menggunakan wide angle  di kedalaman sekitar 10 hingga 25 meter. Banyak ditemukan ikan karang berwarna warni, moray eel, octopus hingga anemonefish dengan mudahnya dapat ditemukan di titik ini.

Pada titik penyelaman berikutnya di NHR-3, tidak jauh dari Teluk Jailolo, kami menemukan banyak hewan berukuran sangat kecil seperti squat lobster campuran warna ungu dan merah jambu yang hanya berukuran 1cm saja di terumbu karang.

Selain itu kami menemukan pygmy seahorse juga berukuran sangat kecil (kurang dari 1cm) yang berada di seafan, kami juga menemukan udang kecil berukuran sekiar 3cm berwarna orange dengan jenis rock shrimp dan nama latinnya Leander plumosus, selain itu banyak kami jumpai jenis ikan blenny, nudibranch dan jenis kepiting coral. Tempat ini sangat cocok untuk penggemar foto makro dan waktu 1 jam rasanya tidak cukup untuk menyelam ditempat ini.

Titik penyelaman yang sangat mudah dijangkau adalah di dekat pelabuhan Teluk Jailolo, ternyata di tempat ini juga banyak ditemukan hewan-hewan laut, mulai dari octopus, berbagai jenis ikan karang, nudibranch, pipefish juga udang dan kepiting berukuran kecil. Kedalaman di titik ini hanya 5 hingga 10 meter saja dan hampir tidak berarus.

Titik-titik penyelaman di Jailolo, relative mudah dicapai, dari yang berada di depan pelabuhan hingga menggunakan speedboat yang terjauh sekitar 30 menit perjalanan. Terdapat lebih 15 titik penyelaman di Jailolo. Waktu rasanya cepat berlalu ditempat ini karena pesona alamnya, kulinernya yang lezat dan keramah tamahan penduduknya.

Teks dan Foto: Ria Qorina Lubis