Serunya Mendayung Kayak Antar Pulau di Raja Ampat

Dilihat 489 kali

Pernah mencoba bermain kayak Bro? Mungkin sebagian sudah pernah dan mungkin sebagian belum ya. Mungkin juga ada yang belum pernah mendengar kayak. Apa sih itu?

Jadi kayak itu adalah perahu yang terbuat dari fiber. Kayak bisa dikendalikan oleh satu atau dua orang. Cara menggerakkannya adalah dengan mendayung. Dikarenakan terbuat dari fiber, kayak tidak bisa tenggelam alias terus mengapung Bro.

Sewaktu di Raja Ampat kemarin, saya dan partner saya bermain dayung kayak. Namun kami ingin bepergian jauh hari itu. Dari Pantai Saleo di Waigeo, kami berencana mendayung ke pulau kecil yang ada di seberang yang dikenal dengan nama Pulau Saonek.

Pulau Saonek  ini jaraknya kurang lebih lima kilometer dari Pantai Waigeo. Kami berangkat agak sore namun lebih enak untuk mendayung karena tidak panas.

Sebelum berangkat kami mempersiapkan hal-hal penting yang akan dibawa selama bermain kayak. Kami membawa makanan, air mineral, kamera, yang semuanya dimasukkan dalam satu dry bag. 

Kalau bermain di laut rasa-rasanya penting untuk memakai dry bag agar barang-barang kita aman dan tetap kering meski nanti kayaknya terbalik di laut. Ya, kayak terbalik adalah salah satu kejadian yang bisa terjadi pada kita saat mendayungnya. Bisa karena tidak seimbang atau dihantam ombak dari samping kiri dan kanan. 

Peralatan utama yang dipakai saat bermain kayak adalah pelampung dan dayung. Dua peralatan ini jangan sampai hilang dan harus selalu dikenakan karena setiap kita bermain di alam bebas, harus selalu ingat 'safety first'!. Tak lupa juga pakai topi agar kepala kita tidak tersengat panas dan beresiko overheat. Tentu tak ada yang menginginkan itu terjadi kan Bro?

Saat semua peralatan dan perlengkapan sudah lengkap, kami mulai mendayung dan menyeimbangkan ritme dayung. Ini penting agar kayak bisa melaju konstan dan dayung tidak bertabrakan karena ada dua pendayung.

Saat berangkat, ombak tidak terlalu besar sehingga kayak mudah untuk didayung dan diarahkan. Namun begitu sudah tiba di tengah perjalanan, tantangan yang sebenarnya sudah menunggu.

Ombak mulai lebih tinggi daripada di tepian. Kayak sudah mulai agak susah dikendalikan karena ombak menghantam dari samping. Sama seperti saat bermain arung jeram, baiknya pendayung di belakang yang mengendalikan arah dan pendayung depan tetap mendayung dan menjaga ritme. Saat kami kelelahan, kami berhenti sebentar lalu mendayung lagi. 

Karena berada di tengah-tengah laut, tentu kita akan cepat merasa kepanasan dan kunci agar tetap terhidrasi adalah minum banyak air putih. Jadi saat berhenti ada baiknya minum air mineral. Jangan minum air laut ya Bro!

Ketika pulau yang ingin kami sambangi sudah terlihat dekat, kami semakin semangat mendayung kayak. Anak-anak pulau itu antusias sekali menyambut kedatangan kami. Mereka melambaikan-lambaikan tangan dari kejauhan dan ketika kami akhirnya mendarat di pulau itu, kami biarkan mereka mengambil dan bermain dengan kayak. Wajah mereka begitu bahagia saat memainkan kayak itu beramai-ramai. 

Kami beristhirahat sejenak di pulau dan berkeliling sebentar. Kami mengobrol sebentar dengan penduduk pulau sambil menyantap cemilan khas Pulau itu yakni kerupuk sagu ikan. Namun kami tak bisa berlama-lama karena harus kembali sebelum matahari terbenam.

Setelah berpamitan dengan penduduk pulau, kami mendayung kembali ke Pantai Saleo, tempat kami bertolak. Lelah di tangan terasa sekali saat kami menyadari untuk perjalanan pulang pergi memakan waktu kurang lebih hampir 4 jam. 

Namun lelahnya tak seberapa jika dibandingkan dengan keseruan bermain kayak dan pemandangan yang didapat sepanjang jalan. Apalagi saat dapat momen matahari terbenam di tengah laut. Jadi, gimana Bro? Kepengen main kayak juga kan? Yuk cobain!