Sulawesi Bukan Hanya Tentang Ikan Cakalang Tapi Juga Alamnya yang Mempesona

Dilihat 455 kali

Sudah berapa kali ke Bitung Sulawesi bro? Sudah berapa kali makan ikan Cakalang?

Sebelum saya menginjakkan kaki secara langsung di tanah Sulawesi Utara, saya hanyalah pendengar yang baik akan cerita enaknya ikan Cakalang yang populer itu. Hingga beberapa waktu yang lalu persepsi itu berubah setelah menjelajahi alam Bitung.

Pantai Serena

Dari namanya aja asing ya bro! Tapi memang nama pantai ini cukup unik. Nama pulaunya Serena dan nama pantai di salah satu bagian pulaunya adalah Serena juga. Pantai Serena sangat sepi dan nyaris tidak ada orang ketika saya menyambanginya. Jadi Lo bisa bebas berjemur di pantai ini tanpa ada yang mengganggu.

Sebenarnya saya sih tidak rekomendasikan kalian untuk berenang di sini karena bebatuannya cukup tajam dan biota lautnya ada sebagian yang menyengat. Saya jadi korban tumbuhan laut yang menyengat betis saya. Tapi yang menarik di sini adalah lautnya sangat tenang dan spot foto cantik banget untuk diabadikan. Berjalanlah ke arah barat, di sana ada batu besar yang berlobang. Spot yang wajib difoto kalau ke Serena. Bongkahan batu alami menjadi daya tarik tersendiri di pantai ini.

Pantai Serena dapat ditempuh sekitar 20 menit menggunakan kapal kecil dari pelabuhan pelelangan ikan (pelabuhan utama perdagangan hasil laut di Bitung).

Gunung Dua Sudara

Kalau Lo dalam perjalanan dari kota Manado ke Bitung, Gunung Dua Sudara menjadi pemandangan yang indah selama perjalanan. Gunung yang menjulang tinggi ini berada di Kadoodan, Madidir, Bitung. Dinamakan Gunung Dua Sudara karena memang ada dua puncak yang terlihat walau faktanya ada tiga puncak di gunung ini, hanya saja saling menutupi sehingga tidak terlihat secara kasat mata.

Dua Sudara bisa dilihat dari hampir semua sisi kota Bitung. Kalau Lo berniat untuk mendaki Gunung ini, siapkan 3 sampai 4 jam waktu untuk menuju puncak. Tinggi Dua Sudara adalah 1.361 mdpl.

Selat Lembeh, Pulau Lembeh

Namanya semakin mendunia sejak diketahui memiliki lebih dari 90 titik penyelaman. Yang menarik dari Selat Lembeh justru lokasinya yang strategis menjadi lalu lintas kapal-kapal besar. Ketika saya menyempatkan snorkeling di Lembeh, tampak beberapa kelompok penyelam bersiap menikmati alam bawah laut Lembeh. Selain arusnya yang tenang, biota laut Lembeh juga masih cantik yang menjadikannya jadi incaran para divers.

Selain keindahan bawah lautnya yang mempesona, Pulau Lembeh juga punya Monumen Trikora dan Patung Tuhan Yesus. Monumen Trikora menawarkan saksi sejarah di masa pembebasan Irian Barat. Masih di area yang sama, terdapat satu unit bangkai pesawat tipe DC-3.

Sementara di arah Timur Monumen Trikora, dibangun sebuah patung Tuhan Yesus yang menjulang tinggi. Patung yang menyerupai patung Tuhan Yesus di Rio de Janeiro ini lebih tinggi dari patung yang ada di Brazil itu. Patung berwarna putih ini berdiri tegak dengan posisi membuka tangan. Patung menghadap langsung ke laut Lembeh. Di sekitaran Patung terdapat pemukiman warga Pulau Lembeh.

Setelah datang ke Bitung, ternyata saya malah tidak sempat sama sekali menikmati ikan Cakalang yang melegenda itu karena terlalu penasaran dengan alam Bitung, Sulawesi Utara. Masih banyak alam Bitung yang belum sempat saya kunjungi. Buat Lo yang mungkin akan menjelajah Bitung, saya yakin tidak akan kecewa dengan pesona yang ditawarkan.

Teks dan Foto : Rico Sinaga