Agar Gadget Tetap Awet Selama Perjalanan Part 2

Dilihat 299 kali

Hal apa yang sering Kamu keluhkan soal gadget ketika dalam perjalanan jauh? Jawaban terumum dan paling banyak atas pertanyaan tersebut ialah baterai yang boros atau cepat lowbatt. Padahal baru beberapa menit lalu di-charge.

Hal ini tentu akan membuat Anda kesal dan kurang nyaman. Karena bagaimanapun, Anda membutuhkan smartphone atau tablet untuk tetap berkomunikasi dan terkoneksi internet. Terlebih saat perjalanan jauh yang terkadang memiliki kemungkinan besar nyasar dan butuh penunjuk jalan.

Permasalahan gadget nggak awet sebenarnya bisa di atasi. Ini karena baterai yang cepat habis umumnya karena kesalahan yang kamu lakukan. Tapi banyak pengguna yang kurang sadar akan kesalahan itu.

Poin pertama yang perlu kamu ingat ialah saat perjalanan ada penggunaan yang berbeda pada gadget. Kamu wajib menahan diri melakukan beragam aktivitas yang menguras baterai dan menggunakan seperlunya saja. Ini muerupakan cara paling sederhana agar gadget tetap awet saat perjalanan.

Lalu bagaimana jika hal tersebut sudah dilakukan, tapi gadget tetap boros baterai. Nah, bila hal ini terjadi kamu perlu memperhatikan dan mengatur beberapa hal di smartphone atau tablet milikmu. Apa saja itu? Yuk simak ulasan berikut ini:

Waktu Pengisian yang Tepat

Gadget jaman dahulu itu baterainya berbahan nikel. Untuk baterai jenis itu wajib diisi ketika daya baterai sudah habis. Tapi baterai nikel sudah ditinggalkan oleh pabrikan gadget yang modern. Smartphone dan tablet sekarang mayoritas memakai baterai dari bahan Lithium-ion.

Bahan lithium-ion mengharuskan penggunanya mengisi ulang daya baterai ketika masih tersisa 50 persen. Baterai butuh segera di-charge minimal di angka 20 persen. Bila tidak akan terjadi ketidakstabilan daya, boros dan baterai lekas rusak.

Menurut sejumlah ahli teknologi, adakalanya baterai lithium-ion perlu dikuras habis dayanya. Misalnya sekali dalam sebulan untuk perawatan dan kalibrasi. Kosongkan baterai hingga gadget mati dengan sendirinya. Kemudian charge sampai penuh tanpa di nyalakan atau kondisi off.

Matikan Vibration atau Fitur Getar

Semua gadget, khususnya smartphone memiliki fitur getar (vibration). Fitur ini disematkan agar pengguna tahu bila gadgetnya berbunyi dan bergetar. Ini seperti alarm ketika gadget diletakkan di tas atau saku.

Tapi kamu perlu tahu bahwa fitur satu ini sangat menguras baterai. Mengaktifkan vibration membutuhkan banyak daya dibandingkan mode normal. Jadi saat perjalanan sebaiknya matikan saja fitur getar. Toh, kamu tidak terlalu membutuhkannya. Fitur getar sendiri umumnya sangat berguna ketika sedang meeting atau hal lain yang membutuhkan ponsel aktif tapi dalam mode silent.

Atur Pencahayaan dan Kunci Layar

Pencahayaan layar yang terlalu cerah bisa menguras daya tahan baterai dengan cepat. Untuk itu selama perjalanan redupkan saja pencahayaan hingga tingkat minimum. Sejumlah sumber menyebutkan untuk menggunakan wallpaper berwarna gelap. Cara ini dikatakan ampuh menghemat baterai agar awet saat perjalanan.

Selain itu, sebaiknya kamu juga mematikan layar segera setelah gadget selesai dipakai. Kamu bisa menggunakan fitur durasi mematikan layar yang tersemat di gadget. Misalnya layar akan mati ketika 30 detik tidak dipakai.

Agar gadget tetap mati dan aman dari sentuhan tak sengaja, jangan lupa menggunakan fitur lock. Mengunci smartphone atau gadget bisa meminimalisir perangkat nyala sendiri karena tak sengaja kesenggol atau tersentuh. Cara ini sejauh ini cukup ampuh membantu membuat gadget tetap on dan awet. Terlebih ketika dalam kondisi tidak ada colokan listrik atau powerbank untuk mengisi ulang daya.