Sejak Kapan sih Pesawat Nirawak Dipakai untuk Kepentingan Penjelajahan Sipil?

Dilihat 449 kali

Pesawat nirawak atau pesawat tanpa awak merupakan sebuah mesin terbang yang mampu mengendalikan dirinya sendiri ataupun dengan kendali jarak jauh. Jenis pesawat ini menerapkan hukum aerodinamika untuk mengangkat dirinya sendiri. Pesawat nirawak dapat difungsinya untuk membawa muatan berupa senjata atau muatan lain.

Keberadaan pesawat nirawak memang dirasa amat membantu. Terlebih untuk melakukan “pekerjaan kotor” yang sekiranya tidak mungkin dilakukan pesawat biasa. Pemanfaatan pesawat nirawak dulu lebih fokus di sektor militer. Misalnya saja untuk melakukan misi pengintaian atau penyerangan.

Namun, belakangan ini pesawat nirawak juga digunakan untuk kebutuhan sipil alias non militer. Seperti penjelajahan sipil. Kira-kira sejak kapan sih pesawat nirawak dipakai untuk kepentingan penjelajahan sipil? Yuk simak!

Pesawat Nirawak Untuk Penjelajahan Sipil

Sekarang ini pesawat nirawak memang makin gencar digunakan untuk kebutuhan sipil. Misalnya saja untuk kebakaran hutan, pemeriksaan jalur pipa, dan lain sebagainya.

Adapun sebenarnya pesawat tanpa awak sudah digunakan untuk kebutuhan sipil pasca perang dunia. Jenis pesawat ini digunakan terutama di daerah terpencil dan cukup rawan bencana.

Di Indonesia sendiri, pesawat tanpa awak digunakan untuk penjelajahan puncak gunung Merapi pasca erupsi tahun 2010 lalu. Pesawat nirawak yang digunakan adalah buatan Lapan. Pesawat nirawan buatan dalam negeri itu konon bisa menjelajah hingga mencapai ketinggian 3.300 meter dengan jarak tempuh pulang pergi sejauh 3.000 km.

Untuk saat ini, pesawat nirawan yang dimaksud masih dalam tahan penelitian dan pengembangan BPPT (Badan Pengkaji dan Penerapan Teknologi). Rancang bangun sudah dimulai sejak tahun 2000 lalu. Diketahui ada 5 prototipe pesawat. Setiap tipe mempunyai keunggulan masing-masing.

Tetap Ikuti Aturan

Penggunaan pesawat tanpa awak memang bisa memberi banyak manfaat, terutama untuk kepentingan sipil. Hanya saja penggunaan dan pengoperasiannya sudah semestinya mengikuti aturan berlaku.

Dalam hal ini, Indonesia bisa berkaca pada Perancis yang mempunyai aturan khusus. Bagi pihak yang diketahui mengoperasikan pesawat nirawak secara ilegal dikenai saksi hukuman penjara 1 tahun dan denda hingga 1 miliar. Menerbangkan drone di kawasan ibu kota Perancis pun menjadi tindakan ilegal.

Sekilas aturan ini mungkin dirasa membatasi ruang bebas hingga hukum di angkasa luas pun berlaku. Namun, meski digunakan untuk kebutuhan sipil sekiranya penggunaan pesawat tanpa awak memang tetap harus memperhatikan peraturan dan undang-undang yang berlaku. Hal ini seperlu menghindari ulah jahil oknum tidak bertanggungjawab.