Mengenal Simpul-Simpul Tali Part 3

Dilihat 314 kali

Saat masih duduk di bangku sekolah dan mengikuti kegiatan kepramukaan, pasti kamu sudah pernah mempelajari beberapa macam simpul. Siapa sangka bila macam-macam simpul yang dulu pernah kamu coba buat memiliki banyak kegunaan. Simpul-simpul tali pun secara luas digunakan dalam aktivitas yang lain. Aktivitas mounthering misalnya menjadi salah satu contoh kegiatan yang banyak mengaplikasikan simpul tali. Hal ini karena simpul tali diakui dapat mengoptimalkan keefektifan dan efisiensi tali.

Pada kesempatan kali ini kamu akan kembali diajak mengenal simpul-simpul tali. Tentunya berbeda macam simpulnya berbeda pula kegunaannya. Jadi macam simpul apa saja yang perlu kamu tahu kali ini? Berikut beberapa diantaranya:

Simpul Hidup (Overhand Knot)

Simpul hidup sebenarnya macam simpul paling dasar. Macam simpul yang satu ini biasa digunakan sebagai simpul ujung tali seperti menjaga supaya tidak terjadi pergeseran atau tali malah terurai.

Simpul hidup sangat mudah dibuat. Pertama-tama kamu hanya perlu membuat lingkaran atau sosok pada badan tali. Lanjutkan dengan memasukkan salah satu ujung tali ke dalam sosok yang sudah dibuat. Tarik kedua ujung tali untuk membuat simpul semakin erat dan sosok cukup kencang. Selain overhand knot sebenarnya juga dikenal double overhand knot. Disebut double karena overhand knoot dibuat ganda. Kamu bisa memilih sesuai kebutuhan. Bedanya double overhand knot lebih sulit dilepas setelah beban yang cukup kuat.

Simpul Pangkal (Clove Hitch)

Simpul pangkal atau clove hitch biasanya digunakan untuk memulai dan mengakhiri ikatan, menautkan pada balok, mengikat tali tenda pada pasak, atau mengikat tali penegang di tiang tenda. Macam simpul yang satu ini juga biasa digunakan untuk membuat pionering seperti menara pandang, tiang bendera, gapura, dan masih banyak lagi.

Untuk membuat simpul pangkal cukup mudah. Kamu hanya perlu melingkarkan tali pada kayu atau tongkat. Lingkarkan tali dari arah bawah hingga didapati sosok dengan tongkat tepat di bagian tengah. Lingkarkan satu kali lagi di sisi kiri sosok yang pertama. Selanjutnya masukkan ujung sosok melingkari tongkat lalu rapatkan kedua sosok dengan menarik ujung tali sekencang mungkin.

Simpul Nelayan (Fisherman’s Knot)

Simpul nelayan atau fisherman’s knot merupakan macam simpul yang didapat dari gabungan 2 simpul hidup. Sebenarnya macam simpul ini memiliki banyak nama. Simpul nelayan dikenal pula dengan nama simpul kembar, angler’s knot, English knot, dan masih banyak lagi. Adapun kegunaan dari simpul nelayan ini yaitu untuk menyambung 2 utas tali yang basah misalnya tali atau nilon pancingan.

Simpul nelayan mudah saja dibuat. Hanya saja kamu mesti menguasai benar cara membuat simpul hidup lebih dulu. Untuk membuat simpul nelayan awali dengan mensejajarkan 2 utas tali yang ingin disambung. Setelah itu buat simpul hidup pada utas tali yang pertama. Pastikan badan tali kedua tepat berada di tengah sosoknya. Bila sudah lanjutkan dengan membuat simpul hidup pada utas tali kedua.  Pastikan kembali badan tali yang pertama tepat berada di tengah sosoknya. Untuk merapatkan tarik kedua utas tali sampai dua simpul hidup yang sudah dibuat terlihat erat.