Penjualan WR250R Lesu, Yamaha Akui Harganya Terlalu Mahal!

Dilihat 22 kali

Selaku Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Yamaha di Indonesia, YIMM sebenarnya sudah cukup maksimal terjun di segmen motor trail. Bahkan sejak tahun 2015, perusahaan ini sudah getol menggelontorkan model baru di pasar trail, salah satu jagoannya adalah Yamaha WR250R.

Motor bergenre dual sport ini didatangkan secara utuh (CBU) langsung dari Jepang sejak Februari 2015 silam. Sayang bro, penjualan motor ini tergolong sangat sepi. Padahal kalau dilihat dari spesifikasinya, Yamaha WR250R cukup menjanjikan. Kira-kira kenapa ya bisa begitu?

Jika dibandingkan motor sejenis, harus diakui jika Yamaha WR250R tergolong sangat mahal. Bagaimana tidak, awalnya motor ini dibanderol dengan harga 93 jutaan on the road. Tapi setelah itu, harganya malah naik jadi 103 jutaan on the road.

Padahal kalau melihat kompetitornya, Kawasaki KLX250S saja sekarang cuma dibandrol dengan harga 63 jutaan. Harga ini hampir sama dengan idola baru di segmen dual sport, Honda CRF250 RALLY, yang sama-sama dibanderol 63 jutaan on the road.

Dengan harga yang cukup mahal, nggak heran jika populasi Yamaha WR250R sangat sedikit. Bahkan di tahun 2016 kemarin, motor ini cuma laku sekitar 100 unit. Hal ini sangat jomplang dengan Kawasaki KLX250S yang berhasil terjual sebanyak 2.200 unit di tahun yang sama.

Hal ini pun diakui oleh Executive Vice President YIMM, Dyonisius Beti, yang menyebut jika Yamaha WR250R memang terlampau mahal. Walaupun begitu, pihaknya nggak bisa berbuat banyak, mengingat motor ini didatangkan secara utuh langsung dari Jepang.

Sementara itu, Abidin, General Manager Service & Motorsport YIMM, pernah berujar jika Yamaha WR250R bisa saja dirakit di Indonesia, dengan catatan motor ini harus bisa terjual dengan angka minimal 10.000 unit per tahun.

Jelas target ini tergolong berat, mengingat market share motor trail dual sport 250 cc di Indonesia hanya sekitar 2.000-an unit per tahun. Dengan kata lain, keinginan pihak Yamaha Indonesia untuk bisa merakit WR250R di Tanah Air masih sangat sulit diwujudkan.

Padahal nih bro, kalau sampai motor ini benar-benar dirakit di Indonesia, harganya bisa lebih murah lho, bahkan hingga menyentuh angka 60 jutaan.