Ternyata Diving di Bali Lo Bisa Melihat Kapal Perang Amerika, Bro

Dilihat 112 kali

Bali adalah salah satu tempat yang menyimpan pemandangan biota laut terindah di Indonesia, bahkan dunia. Adalah Tulamben, sebuah kawasan favorit para penyelam, yang bakal memberikan pengalaman diving berbeda buat kalian. Sebab, kalian akan menjumpai bangkai USS Liberty, kapal perang Amerika Serikat, di antara penghuni laut di sana. Sebagian besar wisatawan sudah menjadi saksi dari keelokan Tulamben dan lokasi diving yang tidak biasa tersebut.

Tulamben terletak di Kabupaten Karangasem, Bali. Kendati tidak setenar Denpasar atau Kuta, banyak orang menyatakan bahwa keindahan bawah lautnya adalah yang terbaik di Pulau Dewata. Bentangan lautnya yang jernih bisa disaksikan sepanjang tahun, bro! Jadi, kalian bisa mengunjungi Tulamben kapan saja, karena tidak ada batasan untuk mengagumi keelokannya.

Nah, Tulamben menyediakan empat lokasi menyelam yang bisa dipilih. Antara lain Suci’s Place, Coral Garden, Tulamben Wall (Drop Off), dan USS Liberty Shipwreck. Keempat lokasi tadi memiliki keunikan masing-masing, termasuk USS Liberty Shipwreck dengan bangkai kapal Amerika Serikat di dasar laut. Lokasi ini juga cocok buat kalian yang ingin melakukan wisata sejarah bawah laut.

Menurut catatan sejarah, USS Liberty dipakai untuk membawa karet dan bagian-bagian rel kereta yang akan dipakai untuk peperangan. Kapal yang berangkat dari Australia menuju Filipina di tahun 1942 ini sayangnya terkena torpedo dari kapal Jepang saat berada di barat laut Selat Lombok. USS Liberty yang mengalami kerusakan berat lantas dibawa ke Singaraja. Sayangnya, kapal tersebut tidak pernah sampai  ke tempat tujuan dan teronggok di Tulamben selama 21 tahun.

USS Liberty karam hingga ke kedalaman 30 meter di tahun 1963 akibat letusan Gunung Agung. Baru di tahun 2003, lokasi tersebut menjadi hits dengan jumlah 100 sampai 150 wisatawan yang datang untuk menyelam per harinya. Untuk satu kali sesi diving, kalian akan diberi jatah selama 1 jam sampai 1,5 jam. Namun untuk pemula biasanya hanya diberikan waktu selama 30 menit karena belum terbiasa dengan kegiatan laut tersebut.