Apa Sih Gunanya Magnesium Karbonat dalam Panjat Tebing?

Dilihat 297 kali

Sebagai penyuka olahraga ekstrim terutama panjat tebing, tentunya kamu sering juga menonton siaran ‘Channel Extream Sport’ atau paling tidak video Youtube mengenai panjat tebing. Saat menonton video mengenai panjat tebing kamu pastinya pernah melihat para pemanjat profesional membawa sebuah wadah dan disimpan dipinggang bagian agak kebelakang. Wadah tersebut berisikan benda mirip tepung, para pemanjat biasanya menggunakan tepung agar tidak licin saat menggunakan tangannya menggenggem bebatuan yang menempel di tebing. Namun itu ternyata bukanlah sebuah tepung terigu biasa atau sejenisnya, melainkan magnesium karbonat. Benda putih bernama MgCO3 dalam bahasa ilmiahnya ini merupakan garam anorganik yang berbentuk kristal putih. Memang secara fisiknya terlihat seperti tepung padahal merupakan benda yang sangat berbeda.

Membicara soal kegiatan panjat tebing , climbing dan sejenisnya termasuk kedalam ‘gymnastic’ yang merupakan olahraga yang sangat menantang dan sudah memiliki komunitas tersendiri. Banyak orang yang mencobanya dengan bantuan berbagai peralatan, tetapi ada juga orang yang sengaja melakukan panjat tebing dengan minim peralatan sehingga menjadikan panjat tebing sebagai olahraga ekstrim.

Magnesium karbonat sebenarnya memiliki banyak kegunaan. Selain fungsi sebagai pengering tangan dari keringat saat memanjat tebing, MgCO3 berfungsi juga sebagai pemutihkan tengkorak atau tulang. Benda ini juga bisa digunakan sebagai aditif makanan, tentunya dengan takaran dan ketentuan tertentu.

Efek Kesehatan Magnesium

Magnesium menurut penelitian di katakan tidak menimbulkan efek samping apapun, baik itu efek karsinogenik, mutagenik, dan teratogenik. Hanya saja, kalau terkena paparan uap magnesium oksida langsung hasil pembakaran, pengelasan, atau pencairan logam dapat menyebabkan beberapa keluhan semisal menggigil, mual, muntah, demam, & nyeri otot. Sebuah ledakan juga bisa terjadi jika bubuk atau butiran magnesium tercampur dengan udara. Tubuh manusia pada dasarnya, membutuhkan magnesium setidaknya 200 mg per hari. Hanya saja, mengkonsumsi suplemen magnesium secara berlebih bisa memicu kelemahan otot, lesu, dan kebingungan.

Dampak Lingkungan Magnesium

Hanya sedikit informasi mengenai dampak dari uap magnesium oksida terhadap lingkungan. Dampak pada hewan mamalia lain ketika menghirup magnesium oksida mungkin efeknya sama seperti pada manusia. Manusia mampu mengasup antara 250 sampai 350 mg per hari magnesium dan mendapatkan kebutuhan magnesium dari makanan dan mampu membuang kelebihannya. Bubuk magnesium diduga tidak berbahaya bagi lingkungan.