Freestyle Bebas di Atas Udara

Dilihat 500 kali

Terbang bebas di atas udara kini bukan satu hal yang mustahil lagi, bro. Yup, olahraga udara paralayang membuktikannya. Lo, bisa lepas landas kemudian terbang hanya dengan sebuah parasut. Kerennya lagi, olahraga ini tanpa bantuan mesin, hanya bermodal angin yang berhembus.

Untuk memainkannya, tentu lo harus pintar membaca arah angin agar parasut bisa terbang dan mengudara dengan baik. Angin yang digunakan sebagai daya angkat memiliki dua jenis yakni, dynamic lift atau angin naik yang menabrak lereng dan thermal lift atau angin yang disebabkan karena thermal. Dengan teknik yang baik, penerbang mampu mengudara sangat tinggi bahkan mencapai jarak yang jauh.

Tapi, bagi lo penggiat adrenalin tentu nggak mungkin dong hanya sekedar terbang dan duduk manis saja. Yeah, sensasi mengudara akan lebih terasa jika lo mampu beratraksi freestyle. Langsung aja nih saksikan video diatas yang diambil dari situs YouTube pada akun Icaro Paragliders.

Video tersebut memberikan cuplikan freestyle paragliding yang menawan. Di menit awal, seorang pria dengan prasut berwarna biru garis merah terlihat tengah berusaha mengarahkan parustnya hingga beberapa saat kemudian ia mampu terbang bebas.

Di menit berikutnya, sang penerbang meliuk-liukan tubuhnya dan parasut pun ikut berputar. Entah, bagaimana caranya bisa bergaya seperti itu, namun aksinya patut diacungkan jempol. Kita yang didarat saja sudah cukup pusing kalau harus beputar berkali-kali, apalagi jika di atas udara plus beban parasut yang melekat di tubuh. Wow, cool!

View yang disuguhkan pada video yang di posting tanggal 9 Oktober 2015 di atas pun sangat indah. Ada pegunungan berbalut salju serta pohon-pohon besar yang rindang, sangat epic dan meneduhkan mata.

Tertarik untuk jajal freestyle paragliding seperti diatas?

Sebaiknya kuasai dulu teknik paralayang. Sesorang yang ingin melakukan olahraga ini setidaknya harus memiliki berat badan minimal 45kg. Untuk cara lepas landas ada dua tipe, yaitu alphine launch atau lompat lari seperti yang dilakukan oleh penerbang-penerbang di Negara Eropa dan reverse launch atau lompat balik yang dipakai saat angin berhembus kencang, biasanya cara ini diterapkan pada lereng curam untuk digunakan berlari langsung.

Setelah lepas landas, lo harus menguasai manuver terbang dengan parasut. Beberapa manuver yang dikenal seperti figure of eight, putaran 90 derajat, putaran 360 derajat, putaran menukik, big ears, dan bee line stall.