Inilah Rekor Highline Tertinggi di Indonesia

Dilihat 129 kali

Pernah bayangin Bro bagaimana rasanya berjalan meniti sebuah tali di antara tebing atau tempat tinggi yang berada lebih dari 100 meter di atas permukaan tanah dan panjang puluhan meter? Pasti tidak mudah bukan? Hal inilah yang dilakukan oleh Ceppy Chair Bekajaya. Anak muda yang merupakan anggota dari komunitas Pushing Panda Bandung ini merupakan segelintir orang yang berani menjajal highline tertinggi di Indonesia. Sebelumnya ia juga menjadi orang pertama di Indonesia yang meniti tali di antara 2 gedung tinggi

Dalam video berikut ini kalian bisa melihat aksi Ceppy dan teman – teman yang mencoba melintasi Sungai Cikapundung Bandung tanpa berenang melainkan meniti jembatan dari seutas tali yang ditambatkan pada dua jembatan kereta api Cisomang Purwakarta. Aksi ekstrem tersebut dilakukan di atas ketinggian 120 meter. Dijamin deh, kalian yang melihatnya saja pasti merasa deg – degan ketika melihat aksi Ceppy yang berjalan meniti tali di antara dua jembatan tersebut, Apalagi dalam video tersebut Ceppy juga terlihat beberapa kali kesulitan menyeimbangkan diri dan sempat terjatuh.

Aksi Ceppy yang meniti seutas tali di atas ketinggian 120 meter ini membuatnya memecahkan rekor sebagai highline tertinggi di Indonesia. Selain itu, sebelumnya mereka juga pernah mencoba berjalan di atas tali yang menghubungkan 2 tebing di Gunung Hawu Bandung. Kegiatan ekstrem ini dilakukan dengan berbekal tali pipih atau webbing yang menjadi lintasan utama. Selain itu, peralatan lain yang disebutkan adalah climbing ropes atau tali panjat yang dilengkapi anchor points.

Memang melakukan highline bukan hal yang tidak mudah. Olahraga ekstrem ini harus dijalani dengan penuh keyakinan, tekun, fokus, dan giat berlatih agar dapat mencapai keseimbangan. Selain itu, kegiatan ekstrem ini juga dapat berpengaruh terhadap kondisi psikologi seseorang. Konon orang yang biasanya terburu – buru, ceroboh, dan egois jika menekuni olahraga ekstrem ini bisa jadi lebih tenang, seimbang, kalem, dan penuh perhitungan.

Pasalnya untuk meniti tali yang tipis, diperlukan konsentrasi tinggi dan ketenangan. Ketika kedua faktor utama tersebut dilatih, tantangan sesulit apapun seperti ketakutan akan ketinggian, angin kencang, atau perasaan pesimis akan hilang dengan sendirinya. Pada saat awal meniti tali, kalian akan dihadapkan pada pertaruangan antara usaha untuk sampai ke tujuan atau terjatuh dari ketinggian. Di situlah kesiapan mental, konsentrasi, dan fisik kalian akan diuji. Bagaimana Bro, berminat mencobanya?