Simak Dulu Tips Penting Ini Sebelum Daki Gunung Fuji

Dilihat 375 kali

Persiapkan Fisik dan Jangan Lupa Istirahat

Pengelola kawasan Gunung Fuji sangat mengutamakan keselamatan para pendaki. Buktinya bisa dilihat pada sebuah papan peringatan di 6th staton yang isinya menyampaikan pentingnya persiapan fisik sebelum mendaki Gunung Fuji. Bullet Climbing atau pendakian tanpa henti dan tanpa istirahat sangat tidak dianjurkan.

Papan peringatan tersebut juga memberi informasi bahwa 14% dari pendaki yang melakukan bullet climbing umumnya gagal mencapai puncak Gunung Fuji karena cidera atau terlalu lelah. Pendaki bullet climbing yang minta bantuan pada petugas juga jumlahnya 3 kali lebih tinggi jika dibandingkan pendaki pada umumnya.

Persiapkan Perlengkapan untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem

Memperhatikan dan mencari informasi perkiraan cuaca saat ingin mendaki ke gunung tertinggi di Jepang ini sangat penting. Cuaca dingin memang sudah pasti, tapi di negara lain yang memiliki 4 musim juga terjadi dan bukan hal luar biasa dan masih bisa ditoleransi. Namun di kawasan gunung memang berbeda karena cuaca dingin biasanya disertai dengan hujan dan juga angin kencang.

Seperti kawasan gunung berapi lain, di jalur pendakian gunung ini juga sangat minim tumbuhan (pepohonan). Hampir tidak ditemui pohon berukuran besar di sini yang bisa menahan angin kencang.

Untuk menghadapi cuaca ekstrem di sini sangat disarankan untuk mempersiapkan jas hujan model setelan (bukan ponco). Untuk pakaian sangat disarankan untuk tidak memakai yang berbahan jeas. Gunakan pakaian berbahan quick dry.

Sepatu juga disarankan yang memiliki potongan tinggi agar angkle tidak mudah keseleo. Jangan lupa membawa tongkat pendakian untuk membantu Anda mendaki medan yang menanjak. Jika lupa membawa tidak usah khawatir karena Anda bisa membeli tongkat pendakian tradisional yang tersedia di setiap pos pendakian.

Beristirahat di Fasilitas Penginapan yang Disediakan

Di jalur pendakian Gunung Fuji disediakan fasilitas penginapan (mountain hut) yang bisa digunakan pendaki untuk menginap. Tidak hanya sekedar gubuk tempat menginap dan juga karena di sini juga disediakan sleeping bag dan makanan/minuman bagi yang lapar setelah menyusuri jalur pendakian. Yang lebih hebatnya lagi, ada fasilitas WiFi dibeberapa fasilitas penginapan.

Fasilitas ini juga sangat berguna saat cuaca buruk datang karena bisa menjadi lokasi berlindung sementara. Tapi memang sayangnya fasilitas ini tidak gratis. Ada tarif yang harus dibayar dan besarnya bervariasi.

Gubuk-gubuk ini juga menyediakan toilet untuk pendaki yang ingin buang air sama seperti fasilitas menginapnya, di beberapa gubuk fasilitas toilet ini juga tidak gratis dan dipungut biaya kurang lebih JPY 200

Tidak Terburu-Buru

Normalnya, para pendaki yang melalui jalur Yoshida akan membutuhkan waktu sekitar 6-8 jam untuk bisa mencapai puncak. Itu merupakan waktu jika mereka tidak berhenti sepanjang pendakian. Hal ini sangat tidak disarankan karena bisa meningkatkan risiko cidera dan juga kelelahan.

Agar bisa menikmati sunrise di puncaknya, lakukan pendakian pada malah hari kemudian istirahat sejenak di 8th atau 9th station. Pendakian kemudian dilanjutkan menuju puncak pada pukul 4 dini hari. Atau bisa juga dengan beristrahat sejenak di titik awal pendakian jalur Yoshida, kemudian mulai pendakian saat tengah malam dan bisa tiba di puncak saat sunrise.

Jaga Kebersihan Kawasan Gunung Fuji

Pengelola kawasan gunung ini sengaja tidak menyediakan tempat sampah dan mewajibkan para pendaki untuk membawa sampah mereka kembali.

Tidak hanya di jalur pendakian, di kawasan parkir kendaraan pun Anda tidak akan menemukan tempat sampah. Para petugas kawasan Gunung Fuji ini pasti akan mempersilakan para pendaki untuk membawa pulang sampah mereka jika ada yang menanyakan di mana letak tempat sampah di kawasan gunung tertinggi di Jepang ini.