Musim Kemarau Suhu di Gunung Jauh Lebih Dingin? Ini Dia Penyebabnya

Dilihat 213 kali

Buat kalangan pendaki gunung mungkin akrab dengan obrolan-obrolan banyak orang yang bilang kalau musim kemarau adalah titik terdingin di gunung. Mungkin juga sebagian dari kita sudah mengetahui hal itu tanpa mengetahui penyebabnya. Padahal musim kemarau identik dengan cuaca panas, sementara musim hujan identik dengan cuaca dingin, bukan begitu? Nah berikut penjelasannya.

Sore hari di Gunung Rinjani-Lombok. Source

Seperti yang kita tahu, di Indonesia sendiri hanya memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Memang ketika hujan turun, suhu udara terasa sangat dingin, dan inilah asal muasal adanya kesan dingin terhadap musim hujan. 

Penjelasan Ilmiah

Saat musim hujan, permukaan tanah dipenuhi oleh air, dalam bentuk cairan maupun uap. Air dalam bentuk cairan akan meresap ke dalam tanah, sementara air dalam bentuk uap akan larut di udara. Sebaliknya, saat musim kemarau, permukaan tanah akan lebih kering. Kandung air di dalam tanah menipis serta uap air di udara juga tak banyak jumlahnya.

Ilustrasi musim kemarau. Source

Air adalah zat penghantar panas yang cukup baik, sehingga dapat dengan mudah menyimpan energi panas dari cahaya matahari. Ketika musim hujan, di saat permukaan tanah terdapat banyak air, panas matahari akan lebih banyak tersimpan pada air-air tersebut. Sebaliknya pula saat musim kemarau, panas matahari akan lebih banyak terbuang dan hilang ke udara karena permukaan tanah sedang kering.

Danau Segara Anak, Gunung Rinjani-Lombok. Source

Itu lah penyebabnya suhu udara di musim kemarau lebih dingin daripada suhu udara pada musim hujan, hal ini dapat dirasakan di gunung-gunung di Indonesia.

Featured Image

Sumber