Surfing di Ombak Bono, Magnet Terbaru Riau

Dilihat 175 kali

Belakangan ini ombak Bono di Sungai Kampau, Riau tengah jadi sensasi hangat di dunia surfing. Bagaimana tidak, disini para peselancar bisa menikmati buasnya ombak setinggi 6 meter dengan panjang gelombang lebih dari 300 meter. Sesuatu yang hanya bisa kita lihat di pantai, bukan di sungai!

Alhasil, Ombak Bono pun kini jadi fenomena alam yang membuat penasaran traveler dan peselancar dunia. Bahkan hingga saat ini, baru Steven King, surfer asal Inggris yang berhasil mencatatkan rekor karena mampu menumbangkan buasnya Ombak Bono.

Ombak Bono sendiri tercipta dari pertemuan arus sungai dengan arus laut. Kondisi ini makin diperkuat dengan angin dan tebing curam yang ada di sisi kanan dan kirinya. Hal inilah yang kemudian membuat sungai ini mampu menghasilkan gelombang tinggi dan sulit diduga.

Selain itu, fakta Ombak Bono yang merupakan air tawar, akan membuat para peselancar lebih sulit menyeimbangkan diri dan mengambang di permukaan. Hal inilah yang membuat mereka semakin bernafsu untuk menaklukan ganasnya di Ombak Bono.

Dukungan pemerintah

Tidak hanya di dukung oleh komunitas para peselancar saja, pengembangan objek wisata Ombak Bono pun kini mendapat dukungan langsung dari pemerintah setempat. Bahkan Arsyadjuliandi Rachman, Gubernur Riau menyatakan dukungannya terhadap destinasi wisata Ombak Bono untuk jadi kawasan pariwisata.

Bahkan menurutnya, Bono kini sudah mendapat status sebagai kawasan ekonomi pariwisata khusus untuk dikembangkan oleh pemerintah pusat. Dengan peningkatan status ini, diharapkan Ombak Bono bisa jadi magnet pariwisata Riau untuk mendorong kunjungan ke destinasi lainnya.

Tidak hanya itu, anggaran untuk memulai pembangunan infrastruktur pun kini sudah mulai disediakan. Walaupun begitu, pembangunannya akan di mulai secara bertahap, dari mulai perbaikan jalan, hingga pengembangan fasilitas lainnya.

Lebih lanjut lagi, Gubernur Arsyadjuliandi pun menyebutkan jika sekarang pemerintah kabupaten dan kota sudah membangun homestay di tempat wisata. Fasilitas ini tentu saja bisa dimanfaatkan untuk lebih mendorong peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.

Diminati Turis Asing

Sebelumnya, Fahmizal Usman, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau, menyatakan jika Ombak Bono yang hanya terdapat Sungai Kampar, sangat diminati oleh turis asing, terlebih olah para peselancar kelas dunia. hal ini tidak lepas dari keunikan dan tantangannya tersendiri.

Untuk berkunung ke sini, peselancar sebaiknya datang di awal dan akhir musim hujan. Pasalnya, saat itu Ombak Bono sedang mengamuk, atau lebih tepatnya di bulan Februari, Maret, Oktober dan November. Bagaimana Bro, sudah siap menaklukan ombak air tawar Bono?