Haka Pei, Olahraga Ekstrem Sekaligus Ritual Uji Kedewasaan Pria di Pulau Paskah

Dilihat 161 kali

Setiap dua minggu pertama pas bulan Februari di Pulau Paskah ada festival tahunan yang asyik dan menarik, banyak wisatawan yang bela-belain datang ke sana buat ngelihat sendiri festival ini. Namanya Festival Tapati, atau banyak juga yang menyebutnya “Tapati Rapa Nui” yang artinya “minggunya Rapa Nui”.

Festival ini pertama kali diadakan tahun 1970an dulu buat melestarikan budaya Rapa Nui di sana. Sebabnya para warga lokal sana gak mau sampai anak-anak mereka di generasi mendatang sampai lupa sama budaya mereka sendiri.

Awalnya sih festival ini cukup sederhana dan gak dimaksudkan buat menarik wisatawan. Kostum-kostum yang mereka pakai juga gak seheboh sekarang. Sederhana tapi kreatif, kostum biasanya dibuat cuma dari kardus, seprai, kain dari bahan pohon mulberry, sama daun-daunan.

Tapi ketika Kevin Costner main film di sana, para warga lokal jadi belajar tentang banyak hal pas mereka jadi krew film, mereka mulai belajar teatrikal stage, pencahayaan yang bagus, kostum yang lebih keren dan lain-lain. Dari situ akhirnya mereka .mulai mengkomersilkan Festival Tapati ini.

Festival satu ini ternyata menarik juga bro, banyak makanan lokal kayak empanadas yang dijual dari belakang mobil jeep kalau pengunjung kelaperan. Panitia festival juga menyediakan ikan bakar sekitar 1500 ekor buat para pengunjung. Kalau lo haus tinggal beli minuman yang dijual kayak corona atau sprite.

Banyak kegiatan-kegiatan festival yang asyik buat diikuti, ada lomba tombak ikan, kano, berenang, berkuda, bahkan menjahit. Di tiap tahunnya biasanya suka ada kompetisi buat jadi ratu tahunan. Yang ikut kompetisi ini biasanya cuma dua orang cewek yang sudah dipilih. Mereka harus ikutan semua kegiatan festival dan bersaing point. Point yang paling besar jadi pemenangnya.

Selain lomba-lomba yang tadi, masih ada satu lagi lomba yang tergolong rada ekstrem. Namanya Haka Pei. Yang ini cuma cowok-cowok aja yang boleh ikutan. Awalnya ini tradisi buat mengakui kedewasaan seorang laki-laki di sana. Cara mainnya, peserta bakalan diiket di pelepah pisang terus meluncur dari atas bukit dengan kecepatan yang gak main-main. Lumayan menguji adrenalin juga.

Nah gimana bro, lumayan menghibur kan, apalagi ternyata pengunjung selain penduduk lokal juga boleh ikutan lombanya kok.