Wow Ada Kampung Korea Di Bau-Bau. Kok Bisa Ya?

Dilihat 271 kali

Wisata di Indonesia memang terkenal sangat unik. Salah satunya ada di Kota Bau-Bau bernama Kampung Korea.

Kampung ini ada di jalan poros dari Kota Baubau menuju Kabupaten Buton. Nah, buat lo yang penasaran pengen datang ke Kampung Korea made in Indonesia, datang aja ke Kecamatan Sorawolio. Jaraknya dari Kota Baubau nggak terlalu jauh, lo Cuma perlu menempuh perjalanan sejauh 15 kilometer.

Jangan salah dulu, kampung ini nggak berisi warga keturunan Korea ya. Tapi nama jalan disana ditulis dengan huruf hangeul dari bahasa Korea. Kok bisa?

Usut punya usut, ternyata bahasa Cia-Cia yang digunakan oleh penduduk yang mayoritas Suku Laporo disini punya kesamaan dengan dengan aksara hangeul atau bahasa Korea. Bahkan hasil penelitian oleh ilmuan Korea selama 11 tahun, ternyata bahasa Cia-Cia memang ada sedikit persamaan dengan aksara hangeul.

Makanya, tahun 2009 Pemerintah Kota Baubau menerima aksara hangeul sebagai aksara penulisan dari bahasa cia-cia. Semua jalan yang ada di Kecamatan Sorawolio ditulis dengan aksara hangeul dengan arti bahasa cia-cia.

Bukan cuma itu aja, aksara hangeul juga masuk ke dalam kurikulum mata pelajaran di sekolah. Siswa-siswa disana mulai tahun 2013 diajarin cara penulisan aksara hangeul dengan pengucapan bahasa cia-cia.

Ada yang unik nih saat lo lewat depan sekolah yang ada disana. Di papan nama sekolah ditulis menggunakan huruf hangeul.

Makanya jangan heran, banyak pengunjung yang datang kesana nyempetin buat foto-foto di depan gedung sekolah atau di papan nama jalan. Mungkin serasa liburan di Korea dengan cuaca yang sedikit panas.

Penggunaan aksara hangeul dalam bahasa cia-cia juga punya tujuannya lho Bro. Bukan karena lagi demam K-Pop, tapi lebih kepada melestarian bahasa cia-cia. Jangan sampai generasi muda disana lupa dengan bahasa leluhurnya.

Well, Kampung Korea nawarin liburan yang agak berbeda. Selain unik, ternyata ada sisi edukasinya juga. Dengan cara ini bahasa tradisional disana jadi terjaga dan dikenal oleh generasi selanjutnya.

Kampung lainnya di Indonesia kapan nyusul ya?