Ini Yang Terjadi Kalau Fotografer Ketagihan Free Dive

Dilihat 300 kali

Kalau dipikir, sebagai seorang traveler yang tinggal di Indonesia sebenarnya banyak keuntungannya. Salah satunya, wilayah negara yang terdiri dari banyak pulau membuat kita memiliki banyak pilihan lokasi berlibur yang eksotis Bro! Nah, ngomongin laut, ada banyak cara menikmati keindahan ciptaan Tuhan ini. Salah satunya adalah melakukan aksi ekstrem free dive.

 

Via divereport.com

Pernah kita bahas beberapa waktu lalu soal kegiatan ini, tapi belum pernah bahas secara langsung dari pelakunya nih. Kebetulan, kemarin bisa bertemu dengan salah seorang teman yang sering melakukan free dive. Namanya Rynol Sarmond, fotografer yang sering traveling ini memiliki banyak cerita seru seputar freedive.

Freedive bagi pria berdarah Sumatera Barat ini bukan hal baru. Diakuinya, kegiatan ini mulai dilakukan tak lama setelah belajar dan mendapat license untuk scuba diving. “Ketika pertama coba free dive, ternyata memberi pengalaman berbeda. Terasa lebih menantang,” katanya.

Serangan adrenalin yang dirasa membuatnya semakin serius menekuni olahraga ini. “Tantangan yang dirasa bukan untuk mengalahkan orang lain, tapi untuk mengalahkan diri sendiri. Dulu, gua takut kalau melihat laut. Apalagi ngebayangin menyelam di kedalaman yang gelap. Tapi gua coba mengalahkan rasa takut itu dengan belajar diving. Setelah tahu enaknya diving, rasa takut itu menghilang dengan sendirinya.”

 

Via wikipedia.com

Balik ngomongin freedive, dibanding scuba diving sekarang Rynol lebih sering melakukan freedive. “Soalnya gue merasa menemukan tantangan baru. Peralatan yang dibawa juga enggak banyak. Cukup long fin, wet suit dan google udah bisa free dive. Meski begitu bukan berarti gampang melakukan kegiatan ini. Butuh ketelitian dan disiplin diri, enggak bisa sembarangan juga. Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dan faktor keselamatan yang perlu dipertimbangkan. Oh ya, sebelum terjun ke dunia freedive lebih serius, ada baiknya untuk mengambil lisence khusus freedive.”

 

Via bhphotovideo.com

Apa aja? “Selain berlatih, perlu jujur pada diri sendiri untuk tahu batasan tubuh dalam melakukan freedive. Jangan pernah memaksakan diri, harus tahu juga sinyal tubuh. Pernah ada teman yang memaksakan diri, akhirnya black out saat melakukan freedive. Disitulah pentingnya sadar akan kemampuan tubuh dan jangan pernah freedive sendirian. Harus selalu ada teman yang mengawasi, jika terjadi sesuatu bisa cepat dibantu,” paparnya serius.

 

Dari berbagai lokasi penyelaman yang pernah disambanginya, Rynol mengaku lebih menyukai kawasan Indonesia bagian timur. “Lokasinya bagus-bagus dan indah, visibility airnya juga lebih baik,” katanya beralasan.

Oleh Edwin Yusman F.

Featured Image : oneoceanonebreath.com