Menelusuri Sejarah Terbentuknya Pulau Samosir

Dilihat 819 kali

Pulau Samosir merupakan pulau yang terletak di tengah Danau Toba yang di dalam pulaunya sendiri terdapat  sembilan kecamatan Kabupaten Samosir. Di balik letaknya yang unik, Pulau Samosir memiliki banyak sejarah yang berhubungan dengan suku Batak.

Ilustrasi Pemandangan Pulau Samosir. Source

Danau Toba sendiri memiliki panjang 100 km dengan lebar 30 km dan kedalaman bisa mencapai 505 m yang berada di ketinggian 900 meter. Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dan danau vulkanologi terbesar di dunia. Pulau Samosir sendiri memiliki luas 640 km2 dan merupakan pulau tengah danau kelima terbesar di dunia.

Danau Toba dan Pulau Samosir terbentuk dari letusan gunung berapi sekitar 73.000 tahun yang lalu dengan skala 8.0 Volcanic Explisivity Index. Dengan skala teresebut, bisa di deskripsikan bahwa letusan tersebut sebagai letusan sangant dahsyat dengan memuntahkan  letusan mencapai 50 kilometer di sekitar gunung.

Ilustrasi Pulau Samosir. Source

Di sisi lain, Pulau Samosir juga menyimpan sejarah yang mempengaruhi berhubungan dengan masyarakat di sekitarnya. Dahulu Pulau Samosir berada dalam satu daratan dengan Pulau Sumatera, berbentuk sebuah tanjung di Danau Toba. Bagian paling sempit dari Samosir adalah di Pangururan, lebarnya hanya sekitar 300 meter. Warga dulu menyeret perahu agar bisa pindah ke sisi Danau Toba yang satunya, daripada harus memutari Samosir.

Pada era penjajahan Belanda dibangunlah kanal sungai untuk mempertemukan kedua sisi Danau Toba. Perahu bisa lewat dari satu sisi Danau Toba, ke sisi lainnya tanpa memutari Samosir. Dengan kanal itu, terputuslah sudah Samosir dengan dataran Sumatera dan bisa dikatakan telah resmi menjadi sebuah pulau. Area pemotongan Samosir tersebutlah yang disebut dengan Tano Ponggol. Pada awalnya, area Tono Ponggol dibangun sebuah jembatan dengan menggunakan kayu untuk waktu yang cukup lama. Namun kini Jembatan Tano Ponggol sudah dibeton pada tahun 1982. Menurut buku-buku Budaya Batak, Tano Ponggol di “potong” Belanda dengan dua alasan yaitu pertama bertujuan untuk memperlancar transportasi air dan kedua bertujuan untuk memecah belah Bangsa Batak dahulu secara psikologis.

Hingga kini, terusan Tano Panggol diperlebar oleh pemerintah dengan alasan akses pariwisata. Lo bisa menjelajahi kanal ini yang tersambung di Danau Toba dan Pulau Samosir. Tidak ada salahnya untuk mengetahui sejarah dari suatu tempat, selain untuk mengetahui karakter masyarakat tersebut, lo juga bisa menambah wawasan sejarah. Semoga bermanfaat!

Featured Image

Sumber