Pesona Banggai di Timur Sulawesi

Dilihat 2914 kali

'Lo mesti ke Banggai. Nyaris semua hal yang lo cari di Indonesia bisa lo temuin di sana" Itu ucapan temen gue saat dia pulang keliling Sulawesi 3 tahun yang lalu. Atas iming-iming itu jugalah akhirnya gue mutusin nekat datang ke kota di sisi Timur Sulawesi Tengah ini.

Biar kalian nggak bingung, gue mesti kasih tau dulu pembagian wilayah di sini. Sisi timur Sulawesi Tengah ini terbagi menjadi 3 kabupaten: Banggai Darat alias Luwuk, Banggai Kepulauan alias Pulau Peleng alias Salakan, dan Banggai Laut. Bandaranya berada di kota Luwuk, jadi lo mesti mendarat di sini dari kota asal lo. Banggai Laut masih berada beberapa jam dari kota Luwuk, jadi, malamnya gue menyeberang dengan menggunakan ferry. Tiba pagi hari di Banggai Laut gue langsung naik kapal penduduk buat nyeberang, kali ini tujuan gue ke Pulau Mbuang-Mbuang.

Kenapa gue kejar untuk main ke pulau nun jauh ini? Di Pulau Mbuang-Mbuang lo bisa berenang sama ubur-ubur tanpa sengat dan danau tempat ubur-uburnya hidup itu luas banget, men! Nyeberang dikit dari pulau lo bisa naik ke bukit untuk lihat pemandangan batuan karst, nah, bukit ini mirip banget sama Pianemo di Raja Ampat. Dahsyat, men! Di sekitar sana juga banyak banget bisa lo temui pulau kosong yang berpasir putih.

Oh, di sekitar pulau Mbuang-Mbuang juga banyak spot untuk snorkeling dengan karang yang beragam jenisnya dan bentuknya masih bagus. Last but not least, yang paling gue incer adalah bisa ngelihat ikan endemik di sini, Banggai Cardinal Fish. Well, kalau lo ke Bali atau mungkin tempat lain bisa juga sih lihat nih ikan, tapi di sini ini tempat aslinya.

Kalau di Banggai Laut gue puas banget main di air asin, nah, kalau di Banggai Kepulauan gue dimanjakan dengan teluk air tawarnya. Ada 1 teluk yang berada di pinggir jalan raya, teluk ini punya air yang berwarna biru aquamarine dan bening banget! Serunya lagi, ujung teluk ini nyambung ke laut, jadi, sebenernya teluk ini airnya payau. Karena gue penasaran gue kemudian menyeburkan diri di sini… Whoa, airnya dingin banget, bro!

Ada juga danau di Banggai Kepulauan yang bikin gue terperanjat. Gile, bro, danaunya luas sekali dengan warna biru airnya yang gue nggak tau namanya apa. Hening dan sunyi pulak. Kalau nggak inget mesti ngejar kapal ferry gue mau banget tuh buka tenda di sana. Eksplorasi Banggai Laut dan Banggai Kepulauan aja udah ngabisin waktu 2 minggu dan bikin gue nggak berhenti berdecak kagum. Gue makin penasaran sama Banggai Darat yang sayangnya belum sempat gue eksplor. Banggai, gue pasti balik lagi!

Teks dan Foto : Jonathan Thamrin