Bongkar Mitos Kawah Sileri dan Seputarnya

Dilihat 104 kali

Sebuah berita mengejutkan belum lama ini kita dengar bro. Kawah Sileri yang merupakan salah satu kawah di dataran tinggi Dieng (Dieng Plateau) dikabarkan meletus pada pukul 12.00 WIB hari Minggu, 2 Juli 2017. Kawah Sileri meletus dan mengeluarkan gas setinggi 50 meter atau lebih dikenal dengan letusan freatik.

Kawah Sileri ini memang salah satu tempat favorit yang sering dikunjungi para wisatawan karena bentuknya yang unik berupa kepundan datar. Kawah alam yang cantik ini terletak di lereng pegunungan Pagerkandang. Nama Sileri dibubuhkan untuk kawah ini karena airnya keruh seperti air cucian beras (air leri).

Via today,line.me

Tapi buat lo yang pengen petualangan mendaki di kawasan dataran tinggi Dieng, lo harus hati-hati, khususnya kalo terjadi perubahan cuaca yang mendadak. Pasalnya Kawah Sileri masih terkenal sangat aktif, dengan catatan letusan, yaitu di tahun 1939, 1944, 1964, 1984, 2003, dan 2009, dan pernah merenggut korban jiwa hingga 59 orang saat meletus tahun 1944.

Dibalik keganasan letusan Kawah Sileri, tak sedikit orang yang menyebar mitos seputar asal-muasal terbentuknya Kawah Sileri. Salah satunya mitos soal berkurangnya kadar perhiasan emas yang dipakai seseorang yang berkunjung ke kawah ini. Mitos ini dikaitkan dengan perseteruan antara seorang nenek sihir dan muridnya, Putri Mala yang sangat terobsesi dengan emas dan akhirnya mencuri dupa emas sang nenek sihir hingga iapun disihir menjadi batu.

 

Suatu saat sang nenek sihir yang tak ingin diganggu oleh keributan di desa-desa sekitar gunung itu bermaksud untuk pergi bertapa ke atas Gunung sambil membawa tempurung berisikan air leri. Tapi malang dalam perjalanannya ke puncak Gunung, sang nenek terantuk batu yang tak lain adalah Putri Mala yang disihirnya dan akhirnya air leri pun tumpah sehingga menjadi kawah-kawah kecil di sekitar Gunung.

 Kemudian mitos lain seputar Kawah Sileri dikaitkan dengan pelajaran kehidupan manusia, yakni di mana kawah ini memiliki makna bahwa seseorang dalam menjalani hidup tidak boleh melanggar aturan yang telah digariskan Tuhan.

 

Featured Image : backpackerjakarta.com

Referensi Artikel : global.liputan6.com, radarbanyumas.co.id