Mengenal Peralatan yang Dulu Dibawa Edmund Hillary

Dilihat 524 kali

Sir Edmund Percival Hillary atau yang lebih dikenal dengan nama Edmund Hillary adalah seorang pendaki gunung yang namanya tercatat sebagai orang pertama yang berhasil sampai di puncak Gunung Everest, bersama dengan rekannya Tenzing Norgay. Edmund Hillary adalah seorang pria berkebangsaan Selandia Baru yang lahir pada tahun 1919 dan wafat pada bulan Januari 2008 pada usia 88 tahun. Edmund yang pada awal kehidupannya adalah seorang navigator untuk angkatan Selandia Baru pada Perang Dunia II ikut ekspedisi Everest pada tahun 1953. Kamu pasti tahu kan bro, bisa sampai ke puncak Everest itu sangatlah nggak mudah. Yuk intip gears yang digunakan Sir Edmund kala itu yang bisa membawanya sampai ke puncak.

Sepatu boots gunung

Sepatu yang digunakan oleh tim Edmund Hillary saat pendakian menuju puncak Gunung Everest adalah sepatu dengan desain revolusioner yang khusus dibuat untuk misi pendakian ini. Jika sebelumnya sepatu boots yang digunakan untuk mendaki gunung umumnya dibuat dari bahan kulit yang berat dan tinggi sampai paha, untuk sepatu boots yang digunakan Edmund ukurannya lebih pendek dan lebih ringan. Dibuat dengan desain dan bahan khusus, sepatu boots yang digunakan pada pendakian tersebut lebih ringan, hangat, kuat, nyaman dikenakan, dan pastinya cocok untuk dipasangkan dengan crampons. Sepatu yang digunakan Edmund dan tim saat itu juga membuat kaki tetap hangat meski sedikit basah terkena rembesan air permukaan gunung.

Masker oksigen khusus

Untuk mencapai puncak Gunung Everest, Edmund Hillary dipersenjatai dengan dua jenis sistem tabung oksigen. Yang pertama adalah masker oksigen yang standar dan sudah banyak digunakan  untuk mendaki gunung es sampai tahun 1953. Sedangkan tabung oksigen satunya memiliki sistem yang unik yaitu sistem recycling. Tabung oksigen dirancang sedemikian rupa sehingga karbon dioksida yang kamu keluarkan saat bernapas akan direcycle dan masuk ke dalam tabung yang berisi dengan soda lemon. Soda lemon ini ternyata bisa memisahkan oksigen dengan gas karbon dioksida bro, jadi udaranya bisa digunakan lagi untuk bernapas. Sayangnya, gadget ciptaan Tom Bourdillon yang berhasil sampai di puncak selatan Everest sebelum misi pendakian Edmund Hillary.

Walkie talkie dari karet

Saat mendaki gunung seganas Gunung Everest, membawa walkie talkie adalah wajib untuk kepentingan komunikasi baik dengan rekan satu tim pendakian atau dengan basecamp terdekat.  Fungsi walkie talkie misalnya adalah untuk memberikan informasi yang didapat oleh basecamp mengenai cuaca di gunung yang bisa berubah-ubah setiap waktu, penting juga bagi pendaki yang dalam bahaya untuk meminta bantuan segera. Sayangnya, bahan plastik yang umum digunakan untuk membuat walki talkie saat itu nggak kuat untuk menahan tekanan di puncak sehingga mudah pecah bro. Nah, untuk menggantikan bahan plastik tersebut, sebuah perusahaan telekomunikasi Pye Telecom menciptakan walki talkie dengan bahan rubber alias karet.