Mogok Ditengah Medan Lumpur, Begini Cara Menarik Motor Trail!

Dilihat 255 kali

Sebagai rider motor offroad, tentunya kamu sangat memahami kalau banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum benar-benar melakukan petualangan. Mulai dari kondisi fisik, kondisi sepeda motor trail-nya, peralatan atau kelengkapan selama offroad, dan juga kesiapan semua hal yang mungkin saja bisa terjadi saat melakukan perjalanan offroad.

Namanya juga kamu sedang bermain offroad dengan sebuah motor trail, sudah pasti, tidak selamanya berjalan dengan lancar. Pasti ada saja halangan, rintangan, kejadian, bahkan bukan tidak mungkin mengalami berbagai insiden. Sebut saja mesin mogok, rantai putus, gear jebol, dan berbagai persoalan lainnya yang membuat motor tidak bisa jalan.

Seperti yang kamu ketahui, mendorong motor sampai kebengkel terdekat tentu bukan hal yang mudah. Cara yang sangat bijak yang bisa ditempuh ketika motor trail mogok adalah melakukan evakuasi dengan cara menarik motor trail yang mogok dengan motor lain!

Hanya saja, menarik motor trail yang mogok di jalur offroad juga bukanlah hal yang bebas PR saat melakukannya. Tidak bisa sembarangan dan tidak bisa disamakan dengan menarik motor dijalan aspal. Salah sedikit bisa membuat motor jatuh terseret. Buat rider yang menarik pun bukan tanpa risiko. Motor trail punya torsi yang besar. Kalau tidak bisa ngatur ritmenya, bisa dipastikan tumbang juga. Lalu, bagaimana sih teknik yang tepat dalam menarik motor trail yang mogok?

 Memiliki tali dengan panjang antara 4 hingga 6 meter. Disarankan menggunakan tali yang terbuat dari nilon (tali untuk panjat tebing), yang kuat dengan tebal satu inci. Ada dua teknik untuk mengaitkan tali pada motor yang menarik. Pertama, tali dipasangkan di footpeg (pijakan kaki) dan kedua di pasang pada subframe belakang. Ada plus dan minus-nya menggunakan teknik pengait ini:

Footpeg

(+) Titik pemasangan yang sangat kuat untuk tali derek

(-) Tali derek dapat merobek roda belakang

(-) Tali derek akan menarik pengendara ke satu sisi

Subframe

(+) Posisi tali berada ditengah

(+) Tali derek lebih jauh dari roda dan rantai

(-) Ada kemungkinan subframe patah atau robek

Sedangkan untuk motor yang ditarik disarankan dikaitkan pada handling sebelah kiri, tapi tali derek harus mudah dilepaskan, jangan terlalu kuat (ujungnya dipegang). Ini dimaksudkan agar mudah dilepaskan jiga terjadi hal yang kurang diinginkan.