Berani Beraksi 100 Hari Dengan Sepenuh Jiwa Raga

Dilihat 144 kali

Ada banyak banget cara untuk mengekspresikan suatu keberanian. Keberanian yang diiringi dengan passion pasti akan berguna bagi sekitarnya. Seperti ketiga pemuda ini yang dengan keberaniannya berdedikasi untuk alam, yaitu Gunung Merbabu. Mendaki dan menetap di Puncak Kentheng Songo selama 100 hari merupakan salah satu wujud nyata dari keberanian dan passion. 

Tim ekspedisi 100 hari Gunung Merbabu dimulai pada tanggal 20 Juli 2017 silam, da berakhir pada 28 Oktober 2017, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. 

Tiga orang pemberani yang berguna bagi sekitar. Source

Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan keberanian mereka yang patut diacungi jempol ini adalah aksi pelestarian alam dan lingkungan di Gunung Merbabu. Tiga pemuda ini bergerak dengan sepenuh jiwa dan raga, tanpa pamrih, dan tanpa sponsor apapun. 

Mereka adalah Raka Metta Wantoro (Kota Salatiga), Bayu Ramadhon (Gunung Kidul), dan Dani Adi Kusuma (Semarang). Dalam upaya pelestarian ini, ketiga orang tersebut akan melakukan restorasi (pengumpulan batu Kentheng Songo) dan konservasi (konservasi jenis tanaman, beragam binatang, jalur pendakian, sanitasi air, dan pembenahan tanda penunjuk arah).

Pelaksanaan restorasi batu puncak Kentheng Songo. Source

Selain restorasi dan konservasi ada sosialisasi yang mengarah ke edukasi para pendaki supaya membawa kembali sampahnya serta edukasi teknik rescue dan kode etik selama pendakian.

Restorasi batu Kentheng Songo dibantu pendaki lain. Source

Segala aktivitas ini murni datang dari diri sendiri, bukan kegiatan yang disponsori oleh siapapun. Berguna bagi sekitar di tengah maraknya pendaki yang egois dan nggak peduli pada gunung yang menjadi trigger bagi ketiga pendaki tersebut.

Keberanian Yang Berguna Bagi Sekitar

Meski terbilang ekstrim dan nekat, namun bukan berarti mustahil dilakukan. Orang-orang baik pasti akan didukung oleh orang baik juga. Walaupun bergerak tanpa sponsor apapun, ternyata faktanya banyak bantuan logistik berdatangan dari pendaki-pendaki lain. 

Seorang pendaki membawakan pizza untuk Tim 100 Hari Gunung Merbabu. Source

Selain bantuan logistik dari pendaki yang muncak ke Merbabu, Tim BCT (Base Camp Thekelan) dan Komppas (Komunitas Peduli Putra Syarif) Dusun Thekelan, Batur, Getasan, Kabupaten Semarang juga mendampingi kegiatan ini.

Komunitas tersebut akan naik ke puncak sebulan sekali untuk mengirim logistik dan memantau kondisi mereka.

Ilustrasi Gunung Merbabu. Source

Seperti yang kita ketahui, tim 100 hari Gunung Merbabu ini menyisakan dua orang, karena salah satu personil tim tersebut mengundurkan diri akibat faktor keluarga, di mana ia harus menemani ibunya yang tinggal sendirian, ia adalah Bayu Ramadhon asal Gunung Kidul.

Namun sampai saat ini kegiatan tersebut tetap berlangsung biarpun hanya berdua. 

Melakukan aksi selama 100 hari tinggal di gunung untuk kegiatan pelestarian lingkungan nggak bisa dianggap remeh, bro. Tentunya butuh passion dan keberanian, dan keberanian itu diwujudkan untuk melestarikan alam. Keren banget nggak sih, bro? Udah berani, berguna pula untuk sekitar. 

Featured Image

Sumber