#IDARE Tokoh Pegiat Alam Bebas Ini Adalah Cerminan Sebuah Perjuangan

Dilihat 168 kali

Pada hari pahlawan ini sudah sepatutnya kita mengacungkan dua jempol bagi yang telah berjuang di berbagai bidang demi kebaikan Indonesia. Perjuangan-perjuangan mereka telah memberikan perubahan dan banyak menginspirasi banyak orang, tak terkecuali dari kalangan pegiat alam bebas yang banyak menjadi panutan orang banyak. Berikut tokoh-tokoh tersebut.

Soe Hok Gie

Soe Hok Gie, 1942-1969. Source

Dari sekian banyak tokoh pegiat alam bebas, mungkin seorang Soe Hok Gie adalah tokoh yang paling banyak dikagumi. Soe Hok Gie dan Mahameru adalah satu kesatuan dalam kisah yang penuh semangat perjuangan. Kisah inspiratifnya mampu mendorong siapapun termasuk para pendaki untuk terus menjajal jalan-jalan terjal di setiap pendakian. 

Potret puncak Mahameru. Source

Soe Hok Gie bukan pegiat alam bebas biasa, karena ia pun merupakan salah satu pendiri Mapala UI yang juga sangat aktif menyuarakan aspirasi terhadap pemerintah Indonesia pada masanya. Salah satu kutipan tentang pendakian gunung tertuang dalam bukunya yang berjudul Catatan Seorang Demonstran.

"Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung."

Iwan Abdulrachman

Mungkin nama Iwan Abdulrachman tak begitu terkenal jika dibanding Soe Hok Gie, namun sosok Abah Iwan (panggilan akrabnya) juga merupakan tonggak berdirinya Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi.

Sosok Abah Iwan banyak menginspirasi kalangan muda dalam menggiati alam bebas Indonesia. Source

Pria ini merupakan sosok pendiri organisasi pecinta alam terbesar dan tertua di Indonesia, yakni Wanadri sekaligus seorang musisi. Segala aksi yang dilakukan adalah cerminan kecintaannya terhadap lingkungan. Penggalan kalimat yang diucapkan Abah Iwan dalam acara Dies Natalis Wanadri ke-49 di bawah ini mungkin bisa menjadi bahan renungan kita.

Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi, Bandung-Jawa Barat. Source

“Respek adalah filosofi mendasar yang seyogyanya harus dijiwai. Respek terhadap alam, dalam artian kita mau menyediakan diri untuk mempelajari segala sesuatu tentang alam serta bersikap ‘benar’ dalam memperlakukannya, akan menciptakan semacam dialog spiritual antara alam dengan penjelajahnya. Begitu pula respek terhadap manusia, bukan karena jabatan atau kekayaannya karena pada dasarnya kita tak memiliki apa-apa.”

So, apapun yang sedang kita kerjakan sekarang, lakukanlah semaksimal mungkin agar dapat bermanfaat bagi banyak orang. Sebaik-baiknya manusia adalah ia yang bermanfaat bagi kehidupan banyak orang. Terlebih lagi kalau mampu menginspirasi seperti kedua tokoh di atas. Dijamin makna hidup akan semakin erat dengan kita.

Featured Image

Sumber