Perjalanan Panjang Biji Kopi Dari Ethiopia Hingga Tiba Di Nusantara

Dilihat 224 kali

Bicara tentang perjalanan biji kopi, berarti bicara tentang sejarah dan asal muasalnya itu sendiri. Ternyata perjalanan kopi hingga sampai ke Indonesia butuh waktu yang panjang dengan cerita yang menarikDisimak ya bro.

Ilustrasi biji kopi. Source

Cerita Legendaris Kopi

Sejarah kopi telah dicatat pada abad ke-9. Cerita legendaris kopi berawal dari dataran tinggi Ethiopia. Seorang gembala kambing mengamati kambing gembalaannya yang suka memakan sejenis buah beri. Beberapa saat kemudian kambing-kambing tersebut menjadi lebih bersemangat dan cenderung hiperaktif meskipun setelah matahari tenggelam.

Ilustrasi Gembala dan Kambingnya. Source

Karena penasaran, ia pun mencoba memakan buah sejenis beri tersebut, dan ternyata ia juga mengalami hal yang sama dan tetap terjaga hingga larut malam menjelang subuh. 

Tanaman kopi. Source

Pengalaman gembala tersebut menyebar hingga biara setempat. Para biarawan pun lantas ingin membuktikan sendiri cerita tersebut dengan melakukan percobaan membuat minuman dari buah sejenis beri tersebut dengan cara dipanggang dan diseduh. Minuman yang dihasilkan tersebut ternyata memang benar mampu membuat mereka tetap melek sehingga tetap dapat menulis maupun berdoa hingga tengah malam.

Begitu lah cerita legendaris kopi yang dikenal seluruh dunia, hingga akhirnya kopi mulai menyebar ke seluruh dunia.

Awal Mula Nama Kopi

Menurut William H. Ukers dalam bukunya All About Coffee (1922), penamaan kata kopi mulai masuk ke dalam bahasa-bahasa Eropa sekitar tahun 1600-an.

"All About Coffee"; 1922, William H. Ukers. Source

Penamaan kopi sendiri diadopsi dari bahasa Arab, yaitu Qahwah, yang artinya kekuatan. Karena pada awalnya kopi dihidangkan sebagai makanan berenergi tinggi. 

Seiring dengan maraknya perdagangan kopi pada zaman itu, hingga kata Qahwah mengalami perubahan menjadi Kahveh yang berasal dari bahasa Turki lalu kemudian berubah lagi menjadi Koffie dalam bahasa Belanda.

Pada era kolonialisme di Indonesia, kata Koffie yang digunakan oleh Belanda diadopsi kembali ke dalam Bahasa Indonesia menjadi kata Kopi yang dikenal saat ini.

Awal Budi Daya Kopi

Pada tahun 700-1000 M, penanaman kopi dan perdagangannya dimulai oleh bangsa Arab ketika mulai meluaskan perdagangannya. Kala itu para pedagang dari Arab membawa biji kopi dari benua Afrika dan menyeberangi laut Mediterania sebagai bahan dagangannya. 

Ilustrasi pedagang kopi Arab. Source

Mereka mengontrol perdagangan lewat Moka, sebuah kota pelabuhan di Yaman. Pada saat itu Moka merupakan satu-satunya gerbang perdagangan biji kopi yang datang dan pergi silih berganti. Karena pentingnya arti kota pelabuhan tersebut, alhasil orang Eropa pun menyebut kopi dengan nama Moka (Mocca).

Budi daya kopi terus meluas terutama sepanjang abad 15 dan 16. Kopi telah ditanam dan dipanen untuk diperdagangkan ke seluruh tanah Mesir, Syria, Turki, hingga India.

Kopi Tiba Di Nusantara

Pada akhir abad ke-17, tepatnya pada tahun 1696, Belanda dengan kongsi dagangnya yang hebat pada eranya yaitu VOC berhasil membawa biji kopi ke Hindia Belanda (Nama Indonesia pada waktu itu) dan membudidayakannya.

Perkebunan kopi masa kolonialisme di Jawa. Source

Perkebunan pertama yang dibudidayakan oleh Belanda berada di Kedawung, sebuah perkebunan yang terletak dekat dengan Batavia (Jakarta). Sayang, upaya ini gagal disebabkan oleh gempa bumi dan banjir.

Usaha kedua dilakukan 3 tahun kemudian dengan cara mendatangkan stek pohon kopi dari Malabar, India. 7 tahun berselang, sampel kopi yang dihasilkan dari tanaman kopi di Jawa dikirim ke negeri kincir angin untuk diteliti di Kebun Raya Amsterdam dan membuahkan hasil yang baik, yaitu kopi yang dihasilkan memiliki kualitas sangat baik.

Kebun kopi Gayo di Aceh. Source

Tanaman kopi ini dijadikan bibit untuk seluruh perkebunan di Hindia Belanda. Belanda juga memperluas wilayah budi daya kopi ke Sumatera, Bali, Sulawesi, Timor, Flores, dan beberapa pulau-pulau lainnya.

Dengan diterapkannya sistem Koffie-Stelsel (Tanam paksa kopi), pemerintah Belanda membuka sebuah perkebunan komersial pada koloninya di Hindia Belanda. Tenaga dan keringat petani seperti tak berharga, yang penting kopi yang ditanam harus berkualitas sehingga dapat menguntungkan Belanda. 

Perkebunan kopi di Jawa Barat. Source

Dalam hal ini, pemerintah kolonial Belanda mendapat keuntungan yang luar biasa berkat kopi yang dihasilkan oleh Nusantara. Belanda menjadi pemasok kopi terbesar dunia, bahkan mengalahkan bangsa Arab yang lebih dahulu bertanam dan berbudidaya kopi.

Tanaman eksotis ini menyebar luas ke negara jajahan Eropa lainnya dan ditanah di rumah-rumah kaca atau pun perkebunan di datara Benua Biru. Belanda dinilai berhasil memperdagangkan kopi ke seluruh kopi di Eropa secara lebih efisien dibanding para pendahulunya yaitu bangsa Arab.

Ilustrasi kopi Indonesia. Source

Pasca kemerdekaan Indonesia tahun 1945, seluruh perkebunan kopi yang dimiliki Belanda langsung dinasionalisasi. Sejak saat ini Belanda berhenti menjadi pemasok kopi di dunia.

Ternyata setelah ditelusuri, perjalanan biji kopi hingga tiba di Indonesia panjang banget ya bro. Pada intinya tanah Indonesia ini sangat subur sehingga mampu menghasilkan kopi dengan kualitas terbaik, bro. Semoga bermanfaat!

Featured Image

Sumber : Dihimpun tim riset Super Adventure