Mendaki dan Menikmati Pesona Alam Gunung Batur Bali

Dilihat 418 kali

Batur adalah sebuah desa pegunungan yang ada di Pulau Bali dan berlokasi di Penelokan Utara, kecamatan Kintamani. Memasukkan kawasan Gunung Batur ke dalam daftar lokasi yang Anda kunjungi selama di pulau dewata pasti tidak akan membuat Anda kecewa. Kawasan ini memiliki panorama yang sangat menarik tidak hanya petualang lokal, tapi juga petualang dari mancanegara. Selain memiliki gunung, kawasan ini juga memiliki danau yang semakin melengkapi keindahan kawasan ini.

Satu tempat yang paling strategis untuk menikmati keindahan alam di kawasan ini terletak di Desa Kedisan, Kintamani. Di sini Anda akan disajikan pemandangan yang menakjubkan, perpaduan antara Gunung Batur dengan bebatuan hitam yang menghampar dan Danau Batur yang memiliki bentuk seperti bulan sabit dengan warna air yang biru di tengah kaldera yang menurut banyak orang terindah di seluruh dunia.

Gunung Batur yang merupakan sebuah gunung api aktif terletak di barat laut Gunung Agung dan memiliki kaldera yang berukuran 13,8 x 10 km. Gunung sudah beberapa kali meletus sejak tahun 1804 sampai letusan terakhir terjadi di tahun 2000. Letusan yang paling dahsyat terjadi pada tahun 1926 yang mengakibatkan desa Batur dan Pura Ulun Danau Batur tertimpun aliran lahar panas.

Para petualang biasanya mendaki ke puncak gunung ini dalam waktu kurang dari 3 jam dengan dampingi oleh para pemandu lokal atau bisa juga dengan teman yang sudah terbiasa atau paling tidak pernah mendaki Gunung batur. Setiba di puncak, Anda pasti akan terperangah disajikan pemandangan spektakuler Gunung Agung dan dikejauhan juga tampak Gunung Rinjani.

Selain mendaki dan menikmati keindahan alam dari puncaknya, para petualang juga bisa menelusuri ke beberapa obyek menarik lainnya di kawasan gunung ini, seperti Kedisan, Desa Batur, Penulisan, Buahan, Toya Bungkah dan Songan.

Untuk Anda yang tertarik menelusuri budaya masyarakat setempat bisa berkunjung Trunyan yang merupakan lokasi pemakaman (kuban). Jenazah di sini tidak dibakar atau dikubur, melainkan hanya diletakkan di bawah pohon setelah dilangsungkannya berbagai upacara kematian yang cukup rumit.