Jalur Perawan di Bukit Raya

Dilihat 1480 kali

Untuk mencapai puncak Bukit Raya tidaklah mudah dan mulus. Namun, semua itu terbayar ketika bendara merah putih berhasil dikibarkan di atas puncak Bukit Raya Kabupaten Katingan. Tepat tanggal 17 Agustus 2015 lalu, seluruh tim tiba di depan pintu gerbang untuk memulai petualangan yang tidak akan terlupakan. Menyusuri sungai yang indah dan bersih, menikmati hijau serta rimbunnya hutan yang di bilang paru-paru Dunia, Seolah-olah menjadi pemandangan yang menghilangkan rasa letih. Hingga akhirnya, tanpa terasa rintangan demi rintangan berhasil dilalui.

Sebelum saya menginjakan kaki, tim terlebih dahulu menyempatkan diri berkunjung ke beberapa desa yang berada dekat kawasan Bukit Raya. Rahman salah satu dari universitas ternama pecinta alam di Bogor menyampaikan dalam perjalanan pulangnya menceritakan. Hal seperti ini yang membuat kami merasa tertantang, dalam melewatai jalur ini bg ucapnya. Di tambahkan muklis salah satu dari mapala asal Bandung, Selama 6 hari perjalanan keindahan yang nyata saya dapatkan disini meski, dari pisik sanggat terkuras menuju puncaknya namun itu semua dapat terbayarkan dengan nuansa alamnya yang masih perawan.

A1.jpg

Dari pengalaman mendaki gunung di indonesia, yang mana bukit raya salah satu The sevent summit Of Indonesia , dari sini kami berdoa dan berharap, Ema salah satu pecinta alam dari makasar, berharap agar bisa kembali menikmati alam melewati jalur bukit raya bersama teman lainnya di lain waktu harapnya. Dari perjalanan menuju jalur perawan Bukit Raya waktu lalu saya mendapatkan banyak cerita dalam ekspedisi Bukit Raya-Bukit Baka bersama Bupati Katingan yaitu, Bapak Akhmad Yantenglie dan saudara-saudara pencinta alam se-Kalimantan Se indonesia.

Tim yang akan berangkat ini pun langsung mempersiapkan hal hal yang diperlukan sebelum berangkat menuju Bukit Raya. Hal-hal yang dipersiapkan itu termasuk persiapan fisik dan mental juga perlengkapan serta peralatan dan logistik yang memadai. Hari yang ditentukan pun telah tiba, berangkat dari Palangka raya langsung menuju Katingan. Sesampainya disana Tim langsung disambut oleh saudara-saudara Pencinta Alam yang juga tergabung dalam ekspedisi ini.

A3.jpg

Tak berapa lama kami langsung berkumpul untuk mendengarkan pengarahan oleh ketua panitia ekspedisi dan sambutan dari Bapak Bupati Katingan-Bapak Akhmad Yantenglie. Setelah itu kami dibawa ke sebuah desa bernama Desa Tumbang Habangoi, Kecamatan Petak Malai. Sesampainya disana kami disambut penduduk dengan beberapa upacara adat dan kesenian khas daerah tersebut. Keesokan harinya kami beserta saudara-saudara pencinta alam lainnya siap melakukan Penanaman pohon berlanjut ekspedisi.

Ekspedisi kali ini dimulai dengan upacara pemberkatan yang dipimpin oleh tetua desa dan bapak Bupati Katingan itu sendiri. Hal ini dilakukan bertujuan agar di saat ekspedisi tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan serta kembali dengan selamat. Ekspedisipun dimulai dengan memakan waktu kurang lebih 1 minggu akhirnya Tim berhasil mencapai puncak tertinggi Bukit Raya yang bernama Puncak Kakam di ketinggian 2278 Mdpl. Sebuah kepuasan tersendiri yang kami rasakan setibanya di puncak.

A41.jpg

Semua ego, ambisi, rasa lelah, emosi, melebur menjadi satu yaitu kebahagian batin yang tidak ternilai rasanya. Disitu kami menancapkan bendera merah putih untuk dikibarkan di puncak tertinggi di Pulau Kalimantan dan bendera tersebut kami tinggalkan di puncak dengan alasan kami akan kembali lagi ke sini di puncak ini untuk mengambil kembali bendera kebanggaan kami.

Di puncak, kami melakukan upacara adat yang dipimpin oleh tetua desa dan Bupati Katingan. Setelah melakukan upacara dan menikmati pemandangan yang disuguhkan oleh alam di sekitar, kami memutuskan untuk turun dan kembali ke desa bersama para rombongan ekspedisi. Sesampainya di desa kami di sambut kembali oleh penduduk desa dan kami dipersilahkan untuk beristirahat di tempat yang sudah disediakan oleh para penduduk desa. Keesokan harinya kami melakukan sedikit sosialisasi kepada penduduk desa mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar kita.

A4.jpg

Tak lama setelah itu kami pamit untuk meninggalkan desa dan kembali menuju Katingan. Sesampainya di Katingan kami dijamu degan meriah dikediaman Bupati Katingan dan kamipun menikmatinya. Senda gurau, gelak tawa canda menghiasi acara pada malam itu. Pada pagi hari di keesokan harinya kami kembali berkumpul untuk melakukan penutupan acara ekspedisi bersama yang di pimpin oleh Bapak Akhmad Yantenglie, beliau berharap semoga di tahun depan acara seperti ini bisa terlaksana kembali. Setelah acara itu kamipun langsung kembali Palangka Raya dengan membawa pengalaman yang tak ternilai harganya.

SALAM LESTARI !!!!!!!!!