Merbabu yang Bikin Rindu

Dilihat 244 kali

Ini adalah pendakian pertama saya dengan jumlah orang lebih dari 10. Total 12 orang yang naik. Harusnya ada 15 orang, tapi 1 orang gak diizinin buat naik gunung dan 2 batal ikut di menit akhir sebelum keberangkatan. Pendakian kali ini meleset jauh dari perencanaan awal. Karena rencana adalah naik siang dan karena sedikit miskalkulasi, jadilah pendakiannya mundur beberapa jam dan malah jadi pendakian malam.

1aq

23 Februari 2015

Pukul 21.00 WIB, kami yang berjumlah 12 orang berkumpul di Stasiun Pasar Senen untuk menumpang KA Progo tujuan Lempuyangan. Setelah beli minum dan cemilan secukupnya dan telah mendengar panggilan untuk boarding, kami pun masuk ke dalam stasiun dan naik keretanya. Jujur, gak banyak aktivitas dalam kereta yang bisa kami lakukan karena memang keretanya sendiri berangkat pukul 22.30 dan kami harus menyiapkan fisik untuk pendakian esok hari, jadi kami memutuskan untuk tidur

24 Februari 2015

Kira-kira pukul 07.00 WIB kami sampai di Stasiun Lempuyangan. Setelah ngumpulin nyawa dan urusan kamar kecil selesai, kami pun keluar buat cari sarapan sekalian nunggu dijemput temen yang udah duluan berangkat (Andhika dan Nicolas) buat cari akomodasi dan transport. Kira-kira pukul 10.00 WIB setelah menjemput Kibo di kosannya, kami tiba di rumah sodaranya Nico yang jadi tempat peristirahatan selama disana (maklum, budget mahasiswa backpackeran, pengeluaran harus ditekan ). Setelah istirahat, mandi, urusan kamar kecil part 2 selesai, Nico, Dika, Tiara, dan Annisa berangkat belanja logistik dan untuk melengkapi kekurangan perlengkapan untuk pendakian, sisanya repacking di rumah. Cukup lama yang belanja ini sampe yang di rumah pada ketiduran. Skip skip setelah semuanya siap akhirnya berangkatlah kami semua ke Merbabu. Tapi sebelumnya harus drop temen yang gak diizinin buat naik gunung ke rumah temennya, dan setelah itu lanjut ke basecamp menggunakan mobil carteran.

Sekitar pukul 20.30 WIB, kami tiba di basecamp Pak Bari. Saat kami sampai disana ada beberapa pendaki yang baru turun lagi istirahat (bermalam?). Di basecamp kami check and recheck dan packing ulang lagi memastikan semuanya aman terkendali gak ada yang tertinggal. Setelah repacking selesai dan perut telah diisi oleh nasi telor dari Pak Bari, kami pun foto-foto sejenak sebelum naik.

Pukul 21.30 WIB kami memulai pendakian ke Merbabu tentunya setelah doa bersama di basecamp sebelum berangkat. Kami memulai pendakian dengan santai, gak terlalu terburu-buru mengingat ada beberapa orang cewek yang ikut dan juga baru pertama kali naik gunung. Jadi kami gak mau memaksakan fisik mereka. Kalo capek ya istirahat dulu saja.

Dari basecamp ke Pos 1 cukup jauh. Tapi untungnya medannya masih dalam kategori landai, tidak terlalu berat jadi masih bisa jalan terus. Sekitar 2,5 jam perjalanan akhirnya sampai di Pos 1. Istirahat buat atur nafas, tenaga, dan minum secukupnya. Bikin kopi dan susu buat tambahan energy biar gak ngantuk dan lemes di perjalanan. Sekitar 15-30 menit di Pos 1 lalu lanjut perjalanan ke Pos 2. Jaraknya lebih deket dari Pos 1 ke Pos 2. Gak sampe satu setengah jam udah sampe di Pos 2. Lagi, istirahat buat atur nafas barulah uji ketahanan dimulai karena setelah Pos 2 ini medannya mulai terjal dan menguras tenaga. Beberapa kali kami berhenti karena kelelahan akibat medan yang terjal.

Kira-kira pukul 02.00 WIB kami sampai di sebuah tanah lapang yang bisa dipake mendirikan 3-4 tenda. Awalnya kami hanya berencana istirahat disana dan lanjut ke Sabana 1 kemudian camp di Sabana 1 namun ternyata kabut mulai turun dan salah satu teman kami, Putri, terkena hipotermia. Alhasil beberapa orang berusaha menghangatkan Putri dan sisanya mendirikan tenda ala kadarnya. Kurang lebih pukul 04.00 WIB semua masuk tenda dan istirahat.

Dikarenakan pendakian malam hari, jadi kami gak bisa melihat pemandangan apapun. Cuma cahaya lampu dari kota, rimbunnya pepohonan, gelapnya malam, dan cahaya dari senter.

25 Februari 2015

Kira-kira pukul 07.00 WIB ane bangun karena emang rencana bangun pagi tapi pagi itu cuma 2-3 orang yang bangun. Sisanya masih kecapekan mungkin. Akhirnya keluar dan diajak Arrafi buat ngecek jalur ke atas. Yaudahlah daripada bingung mau ngapain akhirnya berdua jalan ke atas buat ngecek jalurnya. Lumayan friendly sih jalurnya. Sampe akhirnya ketemu tanah yang lapang yang lebih besar lagi sebelum jalur ke Sabana 1. Saat itu ada dua buah tenda yang berdiri kokoh. Satu tenda kecil, satu agak besar. Nampaknya penghuninya lagi tidur atau ditinggal summit. Saya dan Arrafi mencari spot yang cocok buat foto-foto

1aqew

Setelah cek jalur dan spot buat diriin tenda, ane sama Arrafi turun lagi ke camp buat bangunin yang lain. Sempat terpikir bahwa begitu turun sarapan sudah siap gitu, ternyata yang lain bangun aja belom hahaha . Tapi untungnya gak gitu lama sih sampe pada bener-bener bangun dan bikin sarapan. Dikarenakan ane gak ahli masak, jadinya ya cuma terima jadi saja lah . Menu sarapan pagi itu adalah sarden, sayur sop, dan kentang rimba ala Chef Dika dan Chef Rahmat . Setelah masakan jadi, kami pun langsung sarapan. Gak boleh ada perut kosong saat pendakian. Jadi dengan lahap, sarapan itupun disantap dan habis dalam sekejap.

Setelah selesai makan dan lipet tenda, repacking, ane dan kawan-kawan beranjak naik lagi sekitar pukul 10.00 WIB. Kami melanjutkan perjalanan menuju puncak via Sabana 1 melalui jalur yang udah ane cek pagi harinya. Gak lama jalannya. Kurang lebih 45 menit udah sampe di tempat lapang sebelum jalur ke Sabana 1. Kami nyebutnya Persimpangan. Sampe disana langsung istirahat dan diriin tenda karena ada satu orang temen yang gak kuat buat ke puncak dan memutuskan buat tinggal di tenda aja.

Sembari beristirahat mempersiapkan fisik buat lanjut muncak, ada yang menyiapkan kopi dan susu, ada yang ke tempat lain buat bikin dokumentasi video atau hanya sekedar menelusuri jalan mencari spot untuk foto-foto. Sementara ane? Memanfaatkan waktu dengan tidur siang

Sekitar pukul 13.00 WIB kami pun bergerak meninggalkan tenda menuju Sabana 1 melewati jalur yang sangat aduhai bagi saya yang belom upgrade dengkul ke versi racing. Dikarenakan progress saya yang lambat, akhirnya kami dibagi dua tim. Tim pertama menelusuri jalan dan mencari spot untuk istirahat, tim kedua adalah tim yang tinggal tugasnya hanya nyusul tim pertama sebelum gelap . Saya jelas masuk tim kedua . Di tanjakan ini beberapa teman kami sempat frustasi dan stressed-out banget karena ngeliat tingkat kecuraman dan medan tanah yang mudah longsor. Alhasil progress makin terhambat. Tapi untunglah tim pertama sabar menanti kami yang lelet ini. Terima kasih teman-teman

Setelah (kurang lebih) 1 jam melalui tanjakan aduhai, akhirnya tim 2 berhasil nyusul tim 1 di Sabana 1 pada pukul 14.00 WIB. Fian dan lain-lain memutuskan bahwa kami gak seharusnya berlama-lama di Sabana 1 karena mengejar turun ke camp sebelum gelap dikarenakan pencahayaan yang kurang dan dengan medan seperti itu tanpa pencahayaan yang mumpuni akan membahayakan. Akhirnya dengan stamina seadanya, kami pun lanjut. Well, saya dan Asykur harus menuntaskan sesuatu di Sabana 1 jadi kami berdua menyusul belakangan. Sisanya jalan duluan ke Sabana 2.

Setelah urusan selesai, saya dan Asykur menyusuri jalan menuju Sabana 2. Gak terlalu jauh. Jalannya pun tidak se-aduhai menuju Sabana 1. 30 menit maksimal saya dan Asykur sampai di Sabana 2 dan di Sabana 2 ternyata Fian, Dika, Kibo, dan Rahmat sudah menunggu. Sisanya udah lanjut menuju puncak. Sayangnya Sabana 2 banyak sampah berserakan

Namun, sayangnya kami harus menghentikan langkah kami di Sabana 2 karena gerimis mulai turun. Kami gak mau mengambil resiko nekat-nekatan ke puncak dalam kondisi gerimis. Walaupun “hanya” gerimis, kami tidak mau membahayakan nyawa kami dengan memaksakan naik. Toh segala yang dipaksakan gak akan berhasil kan? Akhirnya setelah sepakat, kami semua turun kembali ke camp.

Kami menunggu tim yang telah lebih dahulu berangkat ke puncak untuk turun. Beberapa ada yang turun duluan, termasuk saya. Kurang lebih pukul 15.30 kami beranjak turun karena takut cuaca berubah menjadi lebih ekstrem. Namun ternyata begitu kami sampai di Sabana 1, cuaca cerah. Termasuk Merapi mulai menampakkan puncaknya kepada kami. Menyapa dan seakan memanggil untuk dikunjungi. Setelah istirahat, regrouping, dan foto-foto di Sabana 1, sekitar pukul 16.30 kami pun turun. Dan di perjalanan turun kami disuguhkan indahnya mentari sore yang siap terbenam.

Mentari sore yang siap terbenam memancarkan cahaya hangatnya. Itulah yang bikin saya semangat ngesot sampe ke camp. Tapi tetep aja udah ngesot pun turun terakhir juga

Sekitar pukul 17:45 saya sampai di camp. Saya adalah yang terakhir sampai di camp dan saat saya sampai semuanya udah sibuk repacking karena hari mulai gelap dan ditakutkan angin akan berhembus kencang. Benar saja, pada pukul 18:00 WIB lebih beberapa menit angin berhembus dengan sangat kencang. Menghantarkan dingin yang menusuk tulang. Kami pun bergegas untuk segera turun mengingat saat naik sempat ada yang terkena hipotermia.

Kurang lebih antara pukul 18:45-19:30 kami bergegas turun setelah berdoa. Kami memutuskan untuk tidak berhenti terlalu lama di pos karena mengejar waktu supaya gak terlalu larut sampai di basecamp.

Setelah 30-45 menit berjalan menurun, kami sampai di tempat camp pertama kami. Istirahat sebentar lalu lanjut lagi menurun. Sempat beberapa kali melakukan pemberhentian untuk istirahat karena fisik kami mulai kelelahan. Beberapa kali break di tengah jalan hanya sekedar untuk mengatur nafas dan minum. Menuju Pos 2 lumayan menguras tenaga dan ketelitian karena jika meleng atau konsentrasi buyar, maka habis lah sudah. Beberapa kali saya kepleset biarpun gak sampe jatuh. Sekitar 1,5 – 2 jam perjalanan turun menuju Pos 2. Kira-kira pukul 21.30 WIB kami sampai di Pos 2 namun karena jarak antara Pos 2 dan Pos 1 tidak begitu jauh, akhirnya kami memutuskan untuk lanjut turun ke Pos 1 dan disana barulah istirahat agak lama. Memang benar gak terlalu jauh. Hanya kurang lebih 45 menit – 1 jam sampai di Pos 1 (kurang lebih pukul 22:15 WIB). Istirahat agak lama, saya pun sempat terpejam sebelum akhirnya dibangunkan oleh Arrafi karena saya terlelap di jalur hehehe. Pukul 22:30 kami lanjut lagi dari Pos 1 menuju basecamp Kang Bari. Di pikiran kami sudah terbayang nasi telor yang kami santap sebelum naik tempo hari

Nah dari Pos 1 ini adalah momen yang bisa dibilang paling seru dalam pendakian kali ini karena nampaknya kami salah ambil jalan dan selama kurang lebih 3-4 jam kami melalui jalur memutar. Alhasil kami baru berhasil sampai basecamp Pak Bari pada pukul 02:00 WIB.

26 Februari 2015

Pukul 02.00 kami tiba di basecamp Pak Bari. Sudah rapat tertutup pintu basecamp. Jadi batal lah rencana menyantap nasi telor Pak Bari yang enak itu. Tapi tak apalah, yang penting kami bisa turun dengan selamat. Dan di basecamp sudah ada mas David dan mas Galih yang ternyata sudah menunggu kami selama 12 jam karena mengira kami akan turun siang hari. Maafkan kami, mas

Setelah bersih-bersih seadanya dan meluruskan kaki sejenak, akhirnya kami langsung naik ke mobil dan pulang ke rumah Nico. Karena kelelahan kami semua tertidur. Ane sempat mampir ke Al*a buat beli tiket pulang dan kemudian lanjut sarapan. Ada yang sarapan di McD sementara saya, Dika, Nico, Asykur, Fian, dan Kibo sarapan bubur ayam. Murmer saja gan

Pukul 08.00 WIB kami sampai di rumah Nico. Mandi, bilas, urusan kamar kecil, dll selesai lalu ane lanjut repacking untuk pulang ke Jakarta. Karena ini semacam packed holiday, teman-teman yang lain masih lanjut berangkat ke lokasi lain sementara ane karena ada urusan di Jakarta terpaksa pulang lebih awal